Jumat, 15 Mei 2026

Fed: Aktivitas Ekonomi AS Melambat di Tengah Ketidakpastian, Pesimisme

Penulis : Grace El Dora
1 Des 2022 | 07:08 WIB
BAGIKAN
Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers di Washington, DC, AS pada 4 Mei 2022. (FOTO: JIM WATSON / AFP)
Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers di Washington, DC, AS pada 4 Mei 2022. (FOTO: JIM WATSON / AFP)

WASHINGTON, investor.id – Kegiatan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat dalam beberapa pekan terakhir. Sementara ketidakpastian dan “peningkatan pesimisme” mengaburkan prospek negara di tengah tingginya harga dan kenaikan suku bunga, menurut laporan yang diterbitkan oleh Federal Reserve (Fed).

Survei “beige book” terbaru Fed tentang kondisi ekonomi dirilis ketika bank sentral AS itu mendorong upaya habis-habisannya untuk mendinginkan lonjakan inflasi. Meskipun di sisi lain Gubernur Fed Jerome Powell juga mengisyaratkan kemungkinan untuk segera memperlambat kenaikan suku bunga yang agresif.

Aktivitas ekonomi sekitar datar atau naik sedikit sejak laporan terakhir pada pertengahan Oktober, kata rilis terbaru Fed.

ADVERTISEMENT

Sementara lima dari 12 distrik Fed melaporkan kenaikan kecil dalam aktivitas ekonomi, sisanya tidak mengalami perubahan atau penurunan sedikit hingga sedang, tambah laporan tersebut, yang mensurvei perusahaan dan kontak lainnya.

“Suku bunga dan inflasi terus membebani aktivitas, dan banyak kontak menyatakan ketidakpastian yang lebih besar atau pesimisme yang meningkat mengenai prospek,” kata laporan itu, dirilis Kamis (1/12).

Pengeluaran konsumen beragam tetapi sedikit meningkat, dengan inflasi mendorong beberapa pembeli ke barang-barang dengan harga lebih rendah. Sementara itu, pariwisata juga mengalami beberapa peningkatan.

Suku bunga yang lebih tinggi berdampak pada penjualan rumah, yang turun tajam di beberapa distrik.

Di pasar tenaga kerja, permintaan melemah secara keseluruhan menurut laporan tersebut, yang mencatat ada PHK massal yang terjadi di sektor teknologi, keuangan, dan real estat.

Pada sebuah acara di Washington pada Rabu (30/11), Powell mengatakan waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga dapat terjadi segera setelah pertemuan Fed Desember.

Pasar menyambut baik berita tersebut dengan reli saham AS. Tetapi Powell juga menekankan bahwa Fed akan “tetap di jalur sampai pekerjaan selesai” yang berarti terlihat penurunan inflasi, mengingat sejarah sangat memperingatkan terhadap pelonggaran kebijakan sebelum waktunya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia