Fed: Aktivitas Ekonomi AS Melambat di Tengah Ketidakpastian, Pesimisme
WASHINGTON, investor.id – Kegiatan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat dalam beberapa pekan terakhir. Sementara ketidakpastian dan “peningkatan pesimisme” mengaburkan prospek negara di tengah tingginya harga dan kenaikan suku bunga, menurut laporan yang diterbitkan oleh Federal Reserve (Fed).
Survei “beige book” terbaru Fed tentang kondisi ekonomi dirilis ketika bank sentral AS itu mendorong upaya habis-habisannya untuk mendinginkan lonjakan inflasi. Meskipun di sisi lain Gubernur Fed Jerome Powell juga mengisyaratkan kemungkinan untuk segera memperlambat kenaikan suku bunga yang agresif.
Aktivitas ekonomi sekitar datar atau naik sedikit sejak laporan terakhir pada pertengahan Oktober, kata rilis terbaru Fed.
Sementara lima dari 12 distrik Fed melaporkan kenaikan kecil dalam aktivitas ekonomi, sisanya tidak mengalami perubahan atau penurunan sedikit hingga sedang, tambah laporan tersebut, yang mensurvei perusahaan dan kontak lainnya.
“Suku bunga dan inflasi terus membebani aktivitas, dan banyak kontak menyatakan ketidakpastian yang lebih besar atau pesimisme yang meningkat mengenai prospek,” kata laporan itu, dirilis Kamis (1/12).
Pengeluaran konsumen beragam tetapi sedikit meningkat, dengan inflasi mendorong beberapa pembeli ke barang-barang dengan harga lebih rendah. Sementara itu, pariwisata juga mengalami beberapa peningkatan.
Suku bunga yang lebih tinggi berdampak pada penjualan rumah, yang turun tajam di beberapa distrik.
Di pasar tenaga kerja, permintaan melemah secara keseluruhan menurut laporan tersebut, yang mencatat ada PHK massal yang terjadi di sektor teknologi, keuangan, dan real estat.
Pada sebuah acara di Washington pada Rabu (30/11), Powell mengatakan waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga dapat terjadi segera setelah pertemuan Fed Desember.
Pasar menyambut baik berita tersebut dengan reli saham AS. Tetapi Powell juga menekankan bahwa Fed akan “tetap di jalur sampai pekerjaan selesai” yang berarti terlihat penurunan inflasi, mengingat sejarah sangat memperingatkan terhadap pelonggaran kebijakan sebelum waktunya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






