Sabtu, 4 April 2026

Sanksi Minyak Rusia Segera Berlaku, Bisa Sangat Mengganggu Pasar

Penulis : Grace El Dora
2 Des 2022 | 10:35 WIB
BAGIKAN
Sanksi minyak Eropa akan dimulai pada 5 Desember. Idenya adalah untuk mengurangi pendapatan minyak untuk Rusia mengingat perangnya di Ukraina. (Foto: Andrey Rudakov / Bloomberg / Getty Images)
Sanksi minyak Eropa akan dimulai pada 5 Desember. Idenya adalah untuk mengurangi pendapatan minyak untuk Rusia mengingat perangnya di Ukraina. (Foto: Andrey Rudakov / Bloomberg / Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – Sanksi yang akan datang terhadap minyak Rusia akan benar-benar mengganggu pasar energi, jika negara-negara Eropa gagal menetapkan batas harga, menurut perkiraan analis.

Ke-27 negara Uni Eropa (UE) pada Juni 2022 sepakat untuk melarang pembelian minyak mentah Rusia yang berlaku mulai 5 Desember. Secara praktis, UE bersama dengan Amerika Serikat (AS), Jepang, Kanada, dan Inggris ingin memangkas pendapatan minyak Rusia secara drastis dalam upaya menguras peti perang Kremlin setelah serangannua ke Ukraina.

Namun, kekhawatiran bahwa larangan total akan membuat harga minyak mentah melonjak membuat negara-negara G7 mempertimbangkan untuk menetapkan batas jumlah yang akan dibayarkan untuk minyak Rusia.

Advertisement

Larangan langsung terhadap impor Rusia bisa benar-benar mengganggu pasar, menurut direktur energi, iklim, dan sumber daya di konsultan risiko politik Eurasia Group Henning Gloystein.

Potensi kenaikan harga minyak adalah alasan adanya tekanan dari AS untuk menyepakati batas, kata Gloystein, dilansir dari CNBC pada Jumat (2/12).

Batas harga akan membuat negara-negara G7 membeli minyak Rusia dengan harga lebih rendah, dalam upaya mengurangi pendapatan minyak Rusia tanpa menaikkan harga minyak mentah di seluruh dunia.

Namun, negara-negara UE telah berselisih selama beberapa hari mengenai tingkat yang tepat untuk membatasi harga.

Batasan yang Tepat

Sebuah usulan yang dibahas awal pekan ini menyarankan batas US$ 62 per barel. Tetapi Polandia, Estonia, dan Lituania menolak untuk menyetujuinya dengan alasan angka itu terlalu tinggi untuk mengurangi pendapatan Rusia. Negara-negara ini termasuk yang paling vokal dalam mendorong tindakan terhadap Kremlin atas agresinya di Ukraina.

Menteri energi Belanda mengatakan pembatasan harga minyak Rusia adalah langkah selanjutnya yang sangat penting.

“Jika Anda menginginkan sanksi efektif yang benar-benar merugikan rezim Rusia, maka kami memerlukan mekanisme batas minyak ini. Jadi mudah-mudahan kita bisa menyepakatinya secepat mungkin,” kata Menteri Energi Belanda Rob Jetten.

Pada Kamis (1/12), minyak Rusia diperdagangkan sekitar US$ 66 per barel. Pejabat di Kremlin telah berulang kali mengatakan bahwa batasan harga adalah anti persaingan dan mereka tidak akan menjual minyak mereka ke negara-negara yang telah menerapkan batasan tersebut.

Mereka berharap pembeli besar lainnya seperti India dan Tiongkok tidak akan menyetujui batasan tersebut dan akan terus membeli minyak Rusia.

Tiongkok dan India

Negara-negara G7 setuju untuk memberlakukan batasan pada minyak Rusia pada September dan telah mengerjakan rinciannya sejak saat itu. Pada saat itu, kepala energi UE Kadri Simson mengatakan dirinya berharap Tiongkok dan India juga akan mendukung batas harga tersebut.

Kedua negara meningkatkan pembelian minyak Rusia mereka setelah serangan Rusia ke Ukraina, mendapatkan keuntungan dari potongan harga. Partisipasi mereka dipandang penting jika pembatasan minyak Rusia ingin berhasil.

“Tiongkok dan India sangat penting karena mereka membeli sebagian besar minyak Rusia,” kata Jacob Kirkegaard, rekan senior di Peterson Institute For International Economics.

“Namun, mereka tidak akan berkomitmen karena alasan politik, karena pembatasan itu adalah kebijakan yang disponsori AS dan (untuk) alasan komersial, karena mereka sudah mendapatkan banyak minyak murah dari Rusia, jadi mengapa membahayakan itu? Berpikir bahwa mereka akan bergabung secara sukarela selalu naif, karena Ukraina tidak terlalu penting bagi mereka,” jelasnya.

Menteri perminyakan India Shri Hardeep S Puri pada September sempat mengatakan bahwa dirinya memiliki “kewajiban moral” kepada konsumen negaranya. “Kami akan membeli minyak dari Rusia, kami akan membeli dari mana saja,” tambahnya.

Dengan demikian, ada keraguan yang berkembang tentang dampak sebenarnya dari pembatasan terhadap Rusia.

“Sanksi energi terhadap Rusia datang terlambat dan terlalu malu-malu,” kata Guntram Wolff, direktur Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman.

“Ini hanyalah kelanjutan dari serangkaian keputusan malu-malu yang tidak menguntungkan. Semakin lama sanksi datang, semakin mudah bagi Rusia untuk menghindarinya,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 10 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 20 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 56 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia