Minggu, 21 Juni 2026

Stabilkan Pasar Energi, AS Beri Izin Impor Minyak Rusia yang Terjebak di Laut

Penulis : Grace El Dora
13 Mar 2026 | 08:29 WIB
BAGIKAN
Sebuah kapal tanker minyak ditambatkan di kompleks Sheskharis, bagian dari Chernomortransneft JSC, anak perusahaan Transneft PJSC di Novorossiysk, Rusia, pada 11 Oktober 2022. Kompleks ini merupakan salah satu fasilitas minyak dan produk petroleum terbesar di Rusia selatan. (Foto: AP)
Sebuah kapal tanker minyak ditambatkan di kompleks Sheskharis, bagian dari Chernomortransneft JSC, anak perusahaan Transneft PJSC di Novorossiysk, Rusia, pada 11 Oktober 2022. Kompleks ini merupakan salah satu fasilitas minyak dan produk petroleum terbesar di Rusia selatan. (Foto: AP)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi memberikan izin sementara untuk pembelian minyak mentah asal Rusia yang saat ini sedang tertahan di tengah laut. Langkah mendadak ini diambil sebagai upaya darurat untuk menstabilkan pasar energi global yang sedang bergejolak.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, melalui unggahannya di platform X, menegaskan kebijakan ini merupakan langkah jangka pendek yang sangat terbatas. Izin ini hanya berlaku bagi muatan minyak yang sudah dalam proses pengiriman (transit), bukan untuk kontrak pembelian baru.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang tersebar di 30 lokasi perairan global per 12 Maret. Jumlah ini setara dengan kebutuhan pasokan dunia untuk lima hingga enam hari ke depan.

"Kenaikan harga minyak saat ini adalah gangguan jangka pendek. Kebijakan ini akan memberikan manfaat besar bagi negara dan ekonomi kita dalam jangka panjang," ujar Bessent seperti dikutip CNBC internasional, Jumat (13/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pasar minyak dunia memang sedang mengalami guncangan hebat sejak pecahnya perang Iran. Harga minyak sempat menyentuh angka US$ 120 per barel pada Senin (9/3/2026).

Meskipun sempat turun, harga patokan global Brent ditutup di level US$ 100 per barel pada Kamis setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, bersumpah untuk tetap menutup Selat Hormuz.

Tetap Menekan Pendapatan Rusia

Meski memberikan kelonggaran, Bessent menjamin bahwa kebijakan ini tidak akan memberikan "keuntungan finansial yang signifikan" bagi pemerintah Rusia. Hal ini dikarenakan sebagian besar pendapatan energi Moskow berasal dari pajak yang dipungut pada titik ekstraksi (saat minyak keluar dari tanah), bukan saat penjualan di tengah laut.

Kementerian Keuangan AS menjelaskan bahwa pengecualian ini mencakup produk minyak mentah Rusia yang telah dimuat ke kapal pada atau sebelum 12 Maret 2026 pukul 00.01 waktu setempat. Adapun tenggat waktu pembelian diberikan hingga 11 April 2026.

Langkah ini diambil di tengah sanksi ketat G7 dan Uni Eropa terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina pada 2022, yang membatasi harga minyak Rusia di level US$ 44,1 per barel.

Langkah Amerika Serikat ini tidak lepas dari tekanan ganda yang menghimpit pasar energi dunia. Pertama, konflik berkepanjangan di Ukraina yang memicu sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia sejak 2022. Pada saat itu, Presiden Joe Biden secara resmi melarang impor minyak, gas alam cair (LNG), dan batu bara Rusia ke AS sebagai bentuk sanksi ekonomi.

Kedua, situasi diperburuk oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran. Penutupan Selat Hormuz, sebagai jalur perdagangan minyak paling vital di dunia, telah memutus arus distribusi energi global secara drastis.

Dengan cadangan global yang menipis dan harga yang melambung tinggi, AS terpaksa mengambil langkah pragmatis dengan "mencairkan" stok minyak Rusia yang sudah telanjur berada di perairan internasional guna mencegah resesi ekonomi yang lebih dalam akibat kelangkaan bahan bakar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia