Bank Sentral Global Perpanjang Dorongan Kenaikan Suku Bunga
LONDON, investor.id – Kecepatan dan skala kenaikan suku bunga yang disampaikan oleh bank sentral pada November meningkat lagi, karena para pembuat kebijakan di seluruh dunia memerangi inflasi tertinggi dalam satu dekade.
Bank-bank sentral yang mengawasi enam dari 10 mata uang yang paling banyak diperdagangkan menghasilkan 350 basis poin (bps) kenaikan suku bunga di antara mereka bulan lalu.
Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atau Fed, bank sentral Inggris (BoE), bank sentral Australia (RBA), Norges Bank Norwegia, Riksbank Swedia, dan bank sentral Selandia Baru (RBNZ) semuanya menaikkan suku bunga pada November.
Bank Sentral Eropa (ECB), bank sentral Kanada (BoC), Bank Nasional Swiss (SNB), dan bank sentral Jepang (BoJ) tidak mengadakan pertemuan penetapan suku bunga pada November.
Pergerakan terbaru telah membawa total kenaikan suku bunga pada 2022 dari bank sentral G10 menjadi 2.400 bps.
“Suku bunga akan terus meningkat. Tekad bank sentral untuk menurunkan inflasi menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga masih perlu ditingkatkan,” kata Alexandra Dimitrijevic dari S&P Global Ratings, melihat ke depan hingga 2023.
Pasar keuangan global telah seperti berada di roller coaster dalam beberapa pekan terakhir, karena investor mencoba mengukur seberapa cepat dan seberapa jauh Federal Reserve AS dan bank sentral utama lainnya akan menaikkan suku bunga untuk memerangi tekanan inflasi. Sementara itu, kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global menyebar.
Beberapa tanda yang muncul bahwa inflasi dapat melambat di AS telah membawa keceriaan ke pasar dalam beberapa hari terakhir, dengan pejabat Fed dijadwalkan bertemu pada 13 dan 14 Desember.
Pada Rabu (30/11), Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS itu dapat mengurangi laju kenaikan suku bunga secepatnya Desember.
Data dari bank sentral negara berkembang menunjukkan pola serupa. Delapan dari 18 bank sentral menghasilkan total kenaikan suku bunga 400 bps pada November, naik dari 325 bps pada Oktober. Tetapi angkanya jauh dari penghitungan bulanan 800 bps lebih pada Juni dan Juli.
Bank Indonesia, Korea Selatan, Meksiko, Thailand, Malaysia, Filipina, Israel, dan Afrika Selatan semuanya menaikkan suku bunga pada November. Ini menunjukkan gelombang pergeseran pengetatan kebijakan menuju Asia dan menjauh dari Amerika Latin dan negara Eropa yang sedang berkembang, di mana siklus tersebut mendekati akhir.
“Dengan pengecualian beberapa negara, kita melewati fase paling intensif dari siklus kenaikan suku bunga,” kata Nafez Zouk dari Aviva Investors, Senin (5/12).
Turki, di mana Presiden Tayyip Erdogan mendorong suku bunga yang lebih rendah, melakukan pemotongan suku bunga acuan 150 bps lagi untuk menurunkan suku bunga menjadi satu digit, meskipun inflasi berjalan di atas 80%.
Tidak semua bank sentral pasar negara berkembang dalam sampel mengadakan pertemuan penetapan suku bunga bulan lalu.
Bank sentral pasar negara berkembang telah menaikkan suku bunga dengan total 7.165 bps year to date (YTD), lebih dari dua kali lipat 2.745 bps untuk keseluruhan 2021, menurut hasil perhitungan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






