WEF: Krisis Biaya Hidup Akan Jadi Risiko Global Terbesar
LONDON, investor.id – Krisis biaya hidup akan menjadi risiko global terbesar selama dua tahun ke depan, menurut peringatan dari survei oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang dirilis Rabu (11/1) menjelang pertemuan Davos minggu depan.
Inflasi global tetap pada tingkat tertinggi setelah biaya energi dan makanan meroket tahun lalu, menyusul serangan Rusia ke pembangkit tenaga pertanian Ukraina oleh produsen minyak dan gas utama Rusia.
Kendala pasokan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 juga berkontribusi pada tingginya indeks harga konsumen (CPI) selama puluhan tahun.
“Konflik dan ketegangan geo ekonomi telah memicu serangkaian risiko global yang sangat saling berhubungan,” kata studi tersebut menjelang pertemuan tahunan elit global WEF di desa Alpine Swiss di Davos, dilansir dari AFP Kamis (12/1).
“Ini termasuk krisis pasokan energi dan makanan, yang kemungkinan akan bertahan selama dua tahun ke depan, dan peningkatan yang kuat dalam biaya hidup dan pembayaran utang,” lanjutnya.
Pihaknya menambahkan risiko krisis seperti itu merusak upaya mengatasi risiko jangka panjang, terutama yang terkait dengan perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan investasi dalam sumber daya manusia.
Survei tersebut, yang dilakukan bersama konsultan Marsh McLennan dan Zurich Insurance Group, memperhitungkan pandangan lebih dari 1.200 pakar risiko global, regulator, dan pemimpin industri.
Laporan tersebut menggambarkan krisis biaya hidup sebagai “risiko jangka pendek terbesar” pada 2025, diikuti oleh bencana alam, peristiwa cuaca ekstrem, dan konfrontasi geo ekonomi.
“Lanskap risiko jangka pendek didominasi oleh energi, pangan, utang, dan bencana,” kata Saadia Zahidi, direktur pelaksana Forum Ekonomi Dunia (WEF).
“Mereka yang sudah paling rentan sedang menderita. Dan dalam menghadapi banyak krisis, mereka yang memenuhi syarat sebagai rentan berkembang pesat, di negara kaya dan miskin,” terangnya.
Studi WEF menyerukan pada para pemimpin untuk bertindak secara kolektif dan tegas, menyeimbangkan pandangan jangka pendek dan jangka panjang.
Laporan itu juga menyimpulkan tentang perlunya kerja sama dalam memperkuat stabilitas keuangan, tata kelola teknologi, pembangunan ekonomi dan investasi dalam penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, maupun kesehatan.
Carolina Klint, pemimpin manajemen risiko di Marsh, mengatakan tahun ini akan ditandai dengan peningkatan risiko. Ini terkait dengan risiko pangan, energi, bahan mentah, dan keamanan dunia maya yang selanjutnya akan mengganggu rantai pasokan global dan memengaruhi keputusan investasi.
“Pada saat negara dan organisasi harus meningkatkan upaya ketahanan, hambatan ekonomi akan membatasi kemampuan mereka untuk melakukannya,” ujar Klint.
Banyak analis memperingatkan ekonomi global akan mengalami resesi pada 2023 karena inflasi tetap tinggi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






