Jumat, 15 Mei 2026

IMF: Fragmentasi Bisa Rugikan Ekonomi Global Hingga 7% dari PDB

Penulis : Grace El Dora
16 Jan 2023 | 10:14 WIB
BAGIKAN
Seorang peserta menavigasi kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) selama Pertemuan Tahunan grup di Washington, Amerika Serikat pada 13 Oktober 2022. (Foto: Reuters/James Lawler Duggan)
Seorang peserta menavigasi kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) selama Pertemuan Tahunan grup di Washington, Amerika Serikat pada 13 Oktober 2022. (Foto: Reuters/James Lawler Duggan)

WASHINGTON, investor.id – Fragmentasi ekonomi global yang parah setelah beberapa dekade peningkatan integrasi ekonomi dapat mengurangi output ekonomi global hingga 7%. Tetapi kerugian tersebut dapat mencapai 8%-12% di beberapa negara, jika teknologi juga dipisahkan, tulis Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbaru.

IMF mengatakan bahkan fragmentasi terbatas dapat memangkas 0,2% dari produk domestik bruto (PDB) global. Pihaknya mengatakan lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk menilai perkiraan biaya untuk sistem moneter internasional dan jaring pengaman keuangan global (GFSN).

Catatan yang dirilis Minggu (15/1) malam tersebut mencatat arus barang dan modal global telah mendatar setelah krisis keuangan global 2008-2009, sementara lonjakan pembatasan perdagangan terlihat di tahun-tahun berikutnya.

ADVERTISEMENT

“Pandemi Covid-19 dan serangan Rusia ke Ukraina semakin menguji hubungan internasional dan meningkatkan skeptisisme tentang manfaat globalisasi,” kata laporan staf tersebut, dilansir Senin (16/1).

Dikatakan, memperdalam hubungan perdagangan telah menghasilkan pengurangan besar dalam kemiskinan global selama bertahun-tahun. Ini juga sekaligus menguntungkan konsumen berpenghasilan rendah di negara maju, melalui harga yang lebih rendah.

“(Penguraian hubungan perdagangan) akan berdampak paling buruk bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan konsumen yang kurang mampu di ekonomi maju,” katanya.

Pembatasan migrasi lintas batas akan menghilangkan keterampilan yang berharga dari ekonomi tuan rumah, sekaligus mengurangi pengiriman uang di negara pengirim imigran. Berkurangnya arus modal akan mengurangi investasi asing langsung, sementara penurunan kerja sama internasional akan menimbulkan risiko terhadap penyediaan barang publik global yang vital.

IMF mengatakan studi yang ada menunjukkan bahwa semakin dalam fragmentasi, semakin dalam biayanya, dengan pemisahan teknologi secara signifikan memperbesar kerugian dari pembatasan perdagangan.

Organisasi tersebut mencatat ekonomi pasar berkembang dan negara berpenghasilan rendah cenderung paling berisiko, karena ekonomi global bergeser ke lebih banyak “regionalisasi keuangan” dan sistem pembayaran global yang terfragmentasi.

“Dengan pembagian risiko internasional yang lebih sedikit, (fragmentasi ekonomi global) dapat menyebabkan volatilitas ekonomi makro yang lebih tinggi, krisis yang lebih parah, dan tekanan yang lebih besar pada penyangga nasional,” katanya.

Ini juga dapat melemahkan kemampuan komunitas global untuk mendukung negara-negara yang mengalami krisis dan mempersulit penyelesaian krisis utang negara di masa depan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia