Ilmuwan: Ancaman Nuklir Putin Gerakkan Jam Kiamat Seperti Armageddon
WASHINGTON, investor.id – Buletin Ilmuwan Atom mengumumkan pihaknya telah memindahkan Jam Kiamat metaforis lebih dekat dari sebelumnya menuju tengah malam, seperti jam hipotetis Armageddon. Ini mencerminkan penilaian para ahli bahwa umat manusia sedang menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keberadaan senjata ini.
Waktu hitung mundur 2023 ditetapkan pada “90 detik hingga tengah malam”, kata para pemimpin grup dalam konferensi pers di National Press Club. Waktu baru ini 10 detik lebih dekat ke “kiamat” daripada yang ditetapkan setahun yang lalu.
Kelompok tersebut telah mengukur ancaman nyata dan eksistensial terhadap umat manusia, mulai dari perubahan iklim hingga prospek perang nuklir, selama lebih dari 70 tahun.
“Tujuannya adalah untuk menilai di mana umat manusia berada, dan apakah kita lebih aman atau berisiko lebih besar,” kata Dr. Rachel Bronson, presiden dan kepala eksekutif buletin tersebut pada Rabu (25/1).
“Dan saat kami mendekatkan jam ke tengah malam, kami mengirimkan pesan bahwa situasinya menjadi lebih mendesak,” tambahnya.
Tahun ini, pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, serangan Rusia ke Ukraina dan ancaman terselubung Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyebarkan senjata nuklir dalam konflik meningkatkan ancaman global terhadap kemanusiaan, kata kelompok itu.
“Putin tidak memberikan indikasi bahwa dia bersedia menerima kekalahan,” ujar Dr. Steven Fetter, profesor di University of Maryland dan pakar ancaman nuklir.
“Tetapi bahkan jika penggunaan nuklir dihindari di Ukraina, perang telah menantang tatanan nuklir, sistem kesepakatan, dan pemahaman yang telah dibangun selama enam dekade untuk membatasi bahaya senjata nuklir,” kata Fetter.
Ancaman global baru dari perang nuklir diperparah oleh pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, catat para ahli.
“Peristiwa seperti Covid-19 tidak lagi dapat dianggap langka, kejadian sekali dalam satu abad,” kata Dr. Suzet McKinney, kepala sekolah dan direktur ilmu kehidupan di pengembang real estat Chicago Sterling Bay.
“Jumlah total dan keragaman wabah penyakit menular telah meningkat secara signifikan selama 40 tahun terakhir, dengan lebih dari setengahnya disebabkan oleh penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan ditularkan ke manusia,” katanya. Ia menambahkan tidak ada kejelasan akhir yang terlihat hingga pandemi.
Buletin Ilmuwan Atom didirikan pada 1945 oleh mendiang fisikawan dan peraih Nobel Albert Einstein, serta ilmuwan yang bekerja di Proyek Manhattan untuk membuat bom atom pertama. Jam pertama resmi terjadi pada 1947.
“(Ancaman jam ini) berfokus pada ancaman buatan manusia (yakni) risiko nuklir, perubahan iklim, dan teknologi baru yang mengganggu, termasuk teknologi bio. Kami di buletin percaya karena manusia menciptakan ancaman ini, kita dapat menguranginya,” kata Bronson.
“Tantangan yang digariskan oleh pengumuman hari ini oleh Buletin Ilmuwan Atom sangat global,” kata Mary Robinson, mantan presiden Irlandia.
“Tidak ada satu negara pun yang dapat menangani mereka sendiri, tidak peduli seberapa besar populasinya, seberapa kuat ekonominya, atau seberapa takut militernya,” tukasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





