Jumat, 15 Mei 2026

Korsel Meluncur ke Arah Resesi karena Ekspor Januari Anjlok

Penulis : Grace El Dora
1 Feb 2023 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Sebuah truk yang membawa kontainer melewati derek di Pelabuhan Pyeongtaek, Korea Selatan pada 9 Juli 2020. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)
Sebuah truk yang membawa kontainer melewati derek di Pelabuhan Pyeongtaek, Korea Selatan pada 9 Juli 2020. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)

SEOUL, investor.id – Perekonomian Korea Selatan (Korsel) beringsut menuju resesi pertama dalam tiga tahun. Data ekonomi pada Rabu (1/2) menunjukkan defisit perdagangan Januari 2023, melonjak ke rekor berkat anjloknya ekspor yang disebabkan oleh kombinasi liburan panjang dan pendinginan permintaan global.

Ekonomi terbesar keempat di Asia, yang sangat bergantung pada perdagangan untuk pertumbuhan, menyusut 0,4% pada kuartal Oktober hingga Desember 2022. Korsel kini di ambang jatuh ke dalam resesi pertama sejak pertengahan 2020 selama puncak pandemi Covid-19.

Ekspor turun 16,6% pada Januari dari tahun sebelumnya, menurut data Kementerian Perdagangan Korsel. Hasil ini lebih buruk dari penurunan 11,3% yang diprediksi dalam survei Reuters dan penurunan ekspor tercepat sejak Mei 2020.

ADVERTISEMENT

Impor turun 2,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kurang dari penurunan 3,6% yang diprediksi dalam survei. Akibatnya, negara membukukan defisit perdagangan bulanan sebesar US$ 12,69 miliar, menetapkan jumlah rekor untuk setiap bulan.

"Saya memiliki perkiraan nol persen untuk pertumbuhan kuartal pertama, tetapi angka perdagangan hari ini jelas minus dari itu," kata ekonom HI Investment and Securities Park Sang-hyun, Rabu (1/2).

Resesi terjadi jika ada penurunan produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut. Meningkatnya peluang resesi juga menggarisbawahi meningkatnya taruhan di pasar bahwa kampanye bank sentral untuk menaikkan suku bunga sejak akhir 2021 telah berjalan dengan sendirinya.

Penurunan ekspor semikonduktor sebesar 44,5% dan penurunan penjualan ke Tiongkok sebesar 31,4%, menurut data Kementerian Perdagangan. Ini memimpin kinerja perdagangan yang lesu di Januari 2023.

Keduanya merupakan tingkat penurunan terburuk sejak krisis keuangan global 2008-2009.

Imbal hasil (yield) obligasi Korsel turun karena taruhan yang meningkat untuk kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat ke depan, sementara investor saham dan mata uang sebagian besar mengabaikan angka bulanan.

Menteri Keuangan Korsel Choo Kyung-ho menyalahkan liburan panjang Tahun Baru Imlek di Tiongkok dan penurunan tajam harga chip komputer dibandingkan tahun lalu sebagai penyebab penurunan tajam nilai ekspor. Ia menambahkan pembukaan kembali aktivitas ekonomi Tiongkok akan membantu meringankan situasi dari waktu ke waktu.

“Pemerintah akan memobilisasi semua sumber daya kebijakan yang tersedia untuk membantu mendorong peningkatan ekspor, sehingga waktu perbaikan neraca perdagangan dapat dimajukan,” kata Choo pada pertemuan pejabat terkait perdagangan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pemerintah memperkirakan ekspor tahun ini akan turun 4,5% setelah membukukan kenaikan 6,1% pada 2022, sementara kementerian perdagangan mengatakan akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penurunan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia