Jumat, 15 Mei 2026

Powell: Inflasi AS Melambat, Tapi Jalan Bergelombang di Depan

Penulis : Grace El Dora
8 Feb 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Federal Reserve (Fed) Jerome Powell berbicara selama wawancara oleh Ketua Chairman of the Economic Club of Washington DC David Rubenstein di Hotel Renaissance pada 7 Februari 2023 di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Julia Nikhinson/Getty Images/AFP)
Ketua Dewan Federal Reserve (Fed) Jerome Powell berbicara selama wawancara oleh Ketua Chairman of the Economic Club of Washington DC David Rubenstein di Hotel Renaissance pada 7 Februari 2023 di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Julia Nikhinson/Getty Images/AFP)

WASHINGTON, investor.id – Inflasi Amerika Serikat (AS) mulai mereda tetapi jalan ke depan kemungkinan akan panjang dan bergelombang, kata Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell. Ia menambahkan data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat membawa lebih banyak kenaikan suku bunga.

Bank sentral AS dalam beberapa bulan terakhir meredam kampanye agresifnya untuk mengendalikan lonjakan inflasi, memilih kenaikan yang lebih kecil pada suku bunga pinjaman setelah beberapa kenaikan tajam.

Keputusannya diambil saat proses disinflasi terjadi, terutama di sektor barang. Tetapi data terbaru pemerintah yang dirilis Jumat (3/2) menunjukkan pasar tenaga kerja tetap lebih panas daripada regulator, menambah tekanan pada pertarungan inflasi.

ADVERTISEMENT

“Jika data terus datang lebih kuat dari yang kami perkirakan, dan kami menyimpulkan bahwa kami perlu menaikkan suku bunga lebih banyak ... maka kami pasti akan melakukannya,” kata Powell di sebuah acara di Washington, Selasa (7/2) waktu setempat.

Untuk saat ini, proses menurunkan inflasi memiliki jalan panjang, tambahnya.

Ia mencatat, sektor jasa belum banyak menunjukkan disinflasi selain di segmen jasa perumahan.

“Proses ini kemungkinan akan memakan waktu cukup lama. Ini tidak akan ... mulus, mungkin akan bergelombang,” katanya dalam acara yang diselenggarakan oleh The Economic Club of Washington DC.

Dia mengharapkan 2023 menjadi tahun penurunan inflasi yang signifikan, tetapi angka tersebut hanya akan turun mendekati target 2% regulator di tahun depan.

Sementara tingkat pengangguran biasanya diperkirakan akan meningkat karena Fed menaikkan suku bunga, pengangguran tetap berada pada level rendah secara historis meskipun bank sentral telah menaikkan suku bunga delapan kali berturut-turut dalam satu tahun terakhir.

“Pasar tenaga kerja luar biasa kuat,” kata Powell. Ia menambahkan inflasi yang baik turun, tetapi tidak dengan mengorbankan pasar pekerjaan yang kuat.

Tetapi data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan juga merupakan indikasi mengapa proses ini akan memakan jangka waktu yang signifikan, tuturnya.

Pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pekan lalu, Powell mengatakan Fed membutuhkan “bukti yang jauh lebih banyak” untuk yakin inflasi berada di jalur penurunan yang berkelanjutan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia