Kamis, 14 Mei 2026

Indonesia Jajaki Peningkatan Kerja Sama dengan Australia

Penulis : Grace El Dora
9 Feb 2023 | 20:25 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menhan dan Menlu Australia di Canberra, Australia pada 9 Februari 2023. (Foto: ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto)
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menhan dan Menlu Australia di Canberra, Australia pada 9 Februari 2023. (Foto: ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan Australia, terutama di bidang ekonomi.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo dalam kunjungan ke Canberra, Australia untuk menghadiri Pertemuan 2+2 dengan Menlu Australia Penny Wong dan Menhan Australia Richard Marles.

“Komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral dengan Australia sangat kuat, termasuk di bidang ekonomi,” ujar Retno dalam pengarahan pers secara virtual yang diikuti dari Jakarta, Kamis (9/2).

ADVERTISEMENT

Indonesia dan Australia sebelumnya telah menjalin kerja sama ekonomi IA-CEPA. Kerja sama ini menawarkan peluang dua arah dalam perdagangan barang dan jasa, penanaman modal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Retno mengatakan IA-CEPA hendaknya menjadi aset baru untuk lebih meningkatkan hubungan di antara kedua negara di bidang ekonomi.

Pada pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan kebijakan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan industri hilir, salah satunya terkait pembangunan industri baterai mobil listrik (EV).

Sebagai produsen utama nikel, Indonesia melihat ada peluang kolaborasi dengan Australia sebagai produsen utama litium yang merupakan bahan baku baterai.

Ajakan kerja sama dalam industri baterai EV itu sebetulnya pernah disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pertemuan G20 di Bali, November lalu.

Jokowi meminta agar pabrik baterai EV bisa didirikan di Indonesia yang sedang melakukan hilirisasi industri.

Hilirisasi merupakan strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki suatu negara. Dengan demikian, komoditas ekspor tidak lagi berwujud bahan baku mentah tetapi sudah berupa barang setengah jadi. Hilirisasi industri sudah dimulai sejak Indonesia menyetop ekspor nikel mentah.

Selain kerja sama ekonomi, Indonesia dengan Australia juga berkomitmen untuk menjalin kerja sama keamanan siber dan penanganan disinformasi digital.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia