Warren Buffett Tetap Optimis untuk Berkshire yang Rugi Rp 242 Triliun
NEW YORK, investor.id – Investor miliarder Warren Buffett mengisyaratkan dirinya tidak kehilangan kepercayaan dan optimis pada ekonomi Amerika Serikat (AS) maupun pada perusahaannya Berkshire Hathaway Inc. (BRKa.N).
Pada surat tahunannya kepada pemegang saham Berkshire, Buffett (92) mendesak investor untuk fokus pada gambaran besar dalam jangka panjang. Ini terlepas dari inflasi AS yang tinggi dan faktor lain yang pada 2022 yang meredam harga saham, meskipun bukan saham Berkshire.
Dia juga mendesak orang Amerika untuk tidak terguncang oleh “kritik diri dan keraguan diri”> Ia mengatakan dinamisme negara telah menguntungkan Berkshire selama 58 tahun menjalankan perusahaan dari Omaha, Nebraska, dan akan melakukannya setelah dia melewati kendali.
“Kami mengandalkan American Tailwind dan, meskipun telah terhenti dari waktu ke waktu, kekuatan pendorongnya selalu kembali,” tulis Buffett pada surat terbukanya kepada investor pada Sabtu (25/2).
“Saya belum melihat saat yang masuk akal untuk membuat taruhan jangka panjang melawan Amerika. Dan saya sangat ragu setiap pembaca surat ini akan memiliki pengalaman yang berbeda di masa depan,” tambahnya.
Perusahaan investasi yang dimiliki Buffett mencatat rugi bersih sebesar US$ 22,82 miliar (sekitar Rp 342,3 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.000) tahun lalu. Angka ini dibandingkan dengan keuntungan US$ 89,8 miliar pada 2021, karena harga Apple Inc (AAPL.O) dan banyak saham lainnya dalam portofolio investasinya yang besar menurun.
Kerugian perusahaan juga disebabkan oleh kinerja pasar modal AS yang dalam koreksi besar sepanjang 2022, di tengah pandemi Covid-19.
Kerugian investasi dan kontrak derivatif Berkshire tercatat mencapai US$ 67,9 miliar (Rp 1.018 triliun). Sebelumnya pada 2021 ketika kinerja saham melonjak, Berkshire membukukan keuntungan investasi sebesar US$ 90,8 miliar (Rp 1.362 triliun).
Berkshire juga membeli kembali (buyback) dari sahamnya sendiri tahun lalu senilai US$ 7,9 miliar, menandakan keyakinan bahwa valuasinya terlalu rendah. Buffett membela aksi korporasi tersebut, yang menjadi target politisi di Washington.
Surat terbuka itu disertai dengan rilis laporan keuangan akhir tahun Berkshire, termasuk laba operasi sebesar US$ 30,8 miliar.
Buffett menyebut 2022 sebagai “tahun yang baik” untuk Berkshire dengan banyak bisnis terkuatnya menahan tekanan dari kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga, dan gangguan rantai pasokan.
Buffett meremehkan laba bersih karena mudah berubah dan dipengaruhi oleh aturan akuntansi.
Berkshire memiliki puluhan bisnis yang beroperasi termasuk perusahaan asuransi mobil Geico, kereta api BNSF, serta merek konsumen terkenal seperti Dairy Queen, Duracell, dan Fruit of the Loom. Perusahaan-perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 382.000 orang.
Berkshire juga pemegang saham terbesar dari American Express Co., Bank of America Corp., Chevron Corp., Coca-Cola Co., HP Inc., Moody's Corp., Occidental Petroleum, dan Paramount Global.
Penilaian Pengamat
Banyak pengamat mengatakan Buffett tampak berhati-hati, hampir menyesal, tentang perjuangannya dalam menavigasi pasar, meskipun dia bisa dibilang adalah investor Amerika paling terkenal yang masih hidup. Kekayaan bersihnya senilai US$ 106 miliar menempati urutan kelima di seluruh dunia, kata majalah Forbes.
“Buffett sangat rendah hati dalam menilai kecakapan investasinya sendiri, dan itu tidak perlu. Investor telah mendapat untung darinya selama beberapa dekade,” kata Thomas Russo, mitra di Gardner Russo & Quinn dan investor lama Berkshire, akhir pekan lalu.
Siapa pun yang bertahan dengan Berkshire dari 1965 hingga 2022 melihat nilai saham mereka naik 3.787.464%. Standard & Poor's 500 (.SPX) naik 24.708% termasuk dividen selama periode tersebut.
Buffett mengatakan sebagian besar keputusan alokasi modalnya hanya “biasa saja”. Hasil “memuaskan” Berkshire dari waktu ke waktu pun hanya dihasilkan dari belasan keputusan yang dinilai benar-benar bagus.
“Pasar ‘efisien’ hanya ada di buku teks. Sebenarnya, saham dan obligasi yang dapat dipasarkan membingungkan, perilaku mereka biasanya hanya dapat dipahami dalam retrospeksi,” kata Buffett.
Buffett juga mengatakan “kepercayaan dan aturan sangat penting” dalam menjalankan bisnis besar, bahkan di tengah kekecewaan yang tak terelakkan. Ia juga mendesak investor untuk tidak terpaku pada kondisi pasar jangka pendek.
Surat terbuka Buffett telah diterbitkan dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Ia merefleksikan kinerja perusahaan tahun sebelumnya, hingga membagikan berbagai pemikiran, mulai dari aturan akuntansi hingga keengganan untuk mengambil risiko yang berlebihan.
Cathy Seifert, analis di CFRA Research, mengatakan Buffett menuang sindirian halus pada para kritikus yang berharap dia akan mengungkapkan lebih dari beberapa paragraf tentang bisnis terbesar Berkshire dan berinvestasi lebih agresif.
“Iklim pasar saat ini, karena tidak ada kata yang lebih baik, sangat skizofrenia. Buffett mengungkapkan rasa frustrasi itu,” kata Seifert.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






