Goldman Sachs Perkirakan Tak Ada Kenaikan Suku Bunga AS Setelah SVB Bangkrut
WASHINGTON, investor.id – Analis Goldman Sachs tidak lagi mengharapkan Federal Reserve (Fed) untuk memberikan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada pertemuan 22 Maret 2023. Ketidakpastian ekonomi yang cukup besar tentang jalur setelah Maret 2023 meningkat, mengingat tekanan baru-baru ini di sektor perbankan.
Goldman sebelumnya memperkirakan kenaikan 25 basis poin (bps) pada Maret 2023, menurut catatan Reuters.
Regulator AS mengatakan pelanggan Silicon Valley Bank (SVB) yang gagal akan memiliki akses ke semua simpanan mereka mulai Senin (13/3), sementara regulator menyiapkan fasilitas baru untuk memberi bank akses ke dana darurat. Fed juga mempermudah bank-bank untuk meminjam dari bank sentral tersebut dalam keadaan darurat.
Analis Goldman mengatakan pihaknya mengharapkan langkah-langkah yang diambil oleh regulator untuk menyediakan likuiditas substansial kepada bank menghadapi arus keluar deposito, serta untuk meningkatkan kepercayaan di antara para deposan.
Goldman tidak mengubah ekspektasinya untuk kenaikan 25 bps pada Mei, Juni, dan Juli tahun ini. Tetapi pihaknya mengaku telah melihat ketidakpastian yang cukup besar tentang jalur kenaikan suku bunga AS setelah Maret 2023.
Bank itu mengatakan sekarang memperkirakan tingkat terminal suku bunga di kisaran 5,25% -5,5%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






