Kamis, 14 Mei 2026

50 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Korea Sepakat Memperkuat Kemitraan Strategis Khusus

Penulis : Happy Amanda Amalia
2 Apr 2023 | 21:05 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto saat menyampaikan keterangan pers secara virtual. (Foto: Youtube)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto saat menyampaikan keterangan pers secara virtual. (Foto: Youtube)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesi (Menlu RI) Retno Marsudi dan Menlu Korea Selatan (Korsel) Park Jin telah sepakat pada 31 Maret 2023, untuk makin memperkuat kemitraan strategis sepesial kedua negara. Hal ini bertepatan dengan perayaan 50 tahun hubungan RI-Republik Korea (ROK).

Disampaikan dalam keterangan tertulis bahwa kesepakatan kemitraan tersebut akan diwujudkan melalui implementasi berbagai kerja sama yang tertuang dalam Rencana Aksi Kemitraan Strategis Spesial 2021 – 2025. Kemitraan juga akan dijalin lewat pemanfaatan berbagai skema kerja sama lainnya, seperti Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) serta sinergi dalam berbagai agenda regional dan global.

Setelah menghadiri kegiatan Joint Commission Meeting (JCM) Indonesia-ROK ke-4 dengan Menlu Park, Retno menjelaskan beberapa hal terkait kemitraan dengan Negeri Ginseng itu.

ADVERTISEMENT

Hal pertama, lanjut Retno, adalah soal “Rencana Aksi Kemitraan Strategis Spesial RI-ROK periode 2021-2025.” Menurut ia, kedua negara memiliki mekanisme scorecard untuk memantau implementasi berbagai program kerja sama, dan berdasarkan scorecard pada 2021-2022, terdapat 60 aktivitas kerja sama di berbagai bidang yang berjalan dengan baik.

“Saya menekankan perlunya perhatian khusus terhadap kerja sama di bidang information and communication technology serta MoU on Sports Cooperation,” ujarnya dalam keterangan pers virtual dari Seoul, Korsel.

Sementara itu hal kedua, adalah tentang pentingnya memperluas kerja sama pertahanan, termasuk transfer teknologi pertahanan. Dalam hal ini, Menlu Retno menekankan perlu untuk terus memperkuat kolaborasi antara BUMN Indonesia, seperti PT. PINDAD, PT. DI, dan PT. PAL dengan mitra di Korea.

“Saya juga menyampaikan pentingnya kedua negara mengoptimalkan mekanisme Defense Industry Cooperation Committee (DICC) dan Foreign and Defense Senior Officials Meeting (2+2 SOM) untuk membahas berbagai isu strategis, seperti cyber security, peacekeeping operations, maritime security dan counterterrorism. Selain itu, saya mendorong kerja sama pengembangan kapasitas dalam pengiriman Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB,” katanya.

Di dalam JCM, Retno kembali menekankan pentingnya kedua negara mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian IK-CEPA untuk memperdalam kerja sama ekonomi. Berdasarkan data tahun lalu, kedua negara mencatatkan nilai perdagangan tertinggi US$ 24,53 miliar, atau naik 33% dari 2021.

Retno mengungkapkan bahwa Indonesia masih memiliki ruangan cukup besar untuk meningkatkan perdagangan sehingga dapat mencapai target US$ 30 miliar. Apalagi, sejak pemberlakuan IK-CEPA di awal tahun ini, lebih dari 1.000 certificate of origin telah diterbitkan guna mendapatkan tarif preferensi dengan nilai perdagangan US$ 52,88 juta.

“Saya tekankan pentingnya implementasi 18 proposal proyek yang telah diajukan Indonesia dalam kerangka IK-CEPA, yaitu di bidang pertanian, kesehatan, budaya, konstruksi, perikanan, otomotif, semikondukter, dan IT, yang dapat meningkatkan kapasitas produsen Indonesia untuk memenuhi standar kualitas produk di pasar Korea. Saya juga meminta dukungan Korea terhadap percepatan digitalisasi industri manufaktur Indonesia guna meningkatkan kapasitas UMKM Indonesia,” demikian penjelasan Retno.

Terkait dengan kerja sama investasi. Retno menekankan pentingnya agar sektor swasta Korea dapat meningkatkan investasi di sektor-sektor strategis Indonesia, seperti industri baja, petrokimia, baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pembangunan IKN.

“Kerja sama investasi Indonesia-ROK ini dapat berkontribusi dalam penguatan rantai pasok global dan kita menyambut baik komitmen kerja sama Korea untuk pengembangan sistem transportasi di Indonesia, antara lain tudi kelayakan MRT Jakarta fase 4 dan LRT Bali, pembukaan rute penerbangan Jeju Air ke Bali, dan upgrading Pelabuhan Batam,” ungkapnya.

Tambahan Kuota untuk Pekerja Indonesia

Dalam JCM RI-Korsel, Retno mengusung isu yang terkait people-to-people contact atau hubungan antar masyarakat di kedua negara. Ia mengatakan bakal mendorong agar target 300.000 wisatawan Korea ke Indonesia dapat ditingkatkan. Hal ini seiring makin baiknya penanganan pandemi.

Retno pun mengusulkan percepatan proses aplikasi visa Korea dari 2 minggu menjadi 3 hari, dan agar Korea dapat memberikan bebas visa kepada wisatawan Indonesia untuk kunjungan singkat.

“Dalam konteks kerja sama sumber daya manusia (SDM), saya sambut baik tambahan kuota sebanyak 1.500 orang untuk pekerja Indonesia di sektor manufaktur di Korea. Saya juga sampaikan harapan agar Korea dapat membuka sektor baru untuk pekerja Indonesia, seperti perawat dan deep-sea welding. Saya dorong kerja sama pengembangan kapasitas tenaga kerja Indonesia melalui e-learning dan pendidikan vokasi dan politeknik, serta pembangunan Migrant Worker Center di Bekasi,” katanya.

50 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Korea Sepakat Memperkuat Kemitraan Strategis Khusus
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual. (Foto: Youtube)

Isu Kawasan dan Global

Dalam pertemuan JCM, Retno juga membahas tiga isu utama, seputar Asean, Myanmar, dan kerja sama Indo-Pasifik. Terkait dengan Asean, ia memberikan penjelasan mengenai tema dan prioritas keketuaan Indonesia di Asean, beserta tiga pilarnya, yaitu Asean Matters, Epicentrum of Growth, dan implementasi AOIP.

Di kesempatan itu, Menlu Retno mengharapkan dukungan Korea terhadap keketuaan Indonesia dan mengundang Korea untuk berpartisipasi dalam Asean Indo-Pacific Forum.

Soal Myanmar, Retno menyampaikan pendekatan dan langkah-langkah yang dilakukan Indonesia sebagai Ketua Asean guna membantu mengatasi krisis politik di Myanmar melalui implementasi five-point consensus (5PC). Ia pun kembali meminta Korea, sebagai mitra Asean untuk mendukung implementasi 5PC.

Sehubungan dengan kerja sama di Indo-Pasifik, Retno menegaskan nilai penting kawasan Indo-Pasifik secara geostrategis. Ia juga menyampaikan an peran penting Korea dalam implementasi Asean Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang aman, damai dan stabil.

“Saya bertukar pikiran dengan Menlu Korea untuk menjadikan kawasan Pasifik menjadi bagian arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang inklusif. Indonesia mengajak Korea untuk bekerja sama mendukung pembangunan negara-negara Pasifik, termasuk melalui kerja sama trilateral dalam pengembangan kapasitas dan pembangunan infrastruktur, termasuk follow-up dari Indonesia-Pacific Forum for Development bulan Desember lalu,” ujarnya.

Menanggapi hasil pertemuan Menlu Retno dan Menlu Park, Duta Besar (Dubes) RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto menuturkan bahwa dengan kunjungan Menlu RI, pihaknya dapat memperoleh semua panduan, petunjuk dan arahan-arahan strategis demi kemajuan hubungan bilateral Indonesia dan Korsel.

“Tahun ini Indonesia-Korea merayakan 50 tahun hubungan persahabatan dengan tema yang diambil adalah closer friendship and stronger partnership. Tema ini merefleksikan sebuah harapan bagi hubungan yang lebih erat dan kerja sama yang lebih kuat antara kedua egara di berbagai bidang. Penguatan kerja sama ini juga diharapkan tidak hanya pada level G to G dan BtoB, namun juga lebih penting adalah hubungan antar masyarakat (People to People/P to P) untuk meningkatkan rasa kepedulian antar masyarakat,” ungkap Sulis, sapaan akrabnya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia