Bank Sentral Jepang Pertimbangkan Turunkan Target Inflasi
TOKYO, investor.id – Bank sentral Jepang (BoJ) sedang mempertimbangkan untuk menurunkan prospek inflasi untuk tahun fiskal ekonomi 2025, menurut laporan Jiji Press pada Selasa (18/4).
BoJ akan mempertimbangkan untuk memperkenalkan perkiraan inflasi baru untuk tahun fiskal 2025 ke “tingkat perubahan tahun ke tahun (YoY) di kisaran 1% atas”, kata laporan itu. Pihaknya menambahkan hal itu akan tercermin dalam laporan prospek triwulanan berikutnya yang akan dirilis akhir bulan ini.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda dijadwalkan hadir di parlemen Jepang hari ini, kata laporan Reuters.
Para pembuat kebijakan akan berkumpul untuk pertemuan keuangan global selama seminggu terakhir. Negara ini akan tetap menjadi outlier yang dovish dengan mempertahankan suku bunga sangat rendah, setidaknya untuk saat ini.
Sejak mengambil alih kepemimpinan seminggu yang lalu, Ueda telah memberikan beberapa petunjuk stimulus besar-besaran dari pendahulunya yang dovish Haruhiko Kuroda pada akhirnya akan dihapus.
Tetapi diskusi tentang kapan dan bagaimana beralih dari kebijakan uang longgar akan memakan waktu, memberi Ueda alasan untuk meyakinkan dunia bahwa perubahan apa pun tidak akan terjadi dengan cepat.
“Di banyak negara, inflasi sangat tinggi atau tidak cukup melambat. Hal yang penting adalah situasinya sangat berbeda di Jepang, yang saya jelaskan pada pertemuan itu,” kata Ueda, pekan lalu.
Inflasi Jepang, sekarang sekitar 3%, akan melambat kembali di bawah target 2% BoJ akhir tahun ini karena penurunan biaya impor, kata Ueda. Ia menjelaskan rencananya untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar untuk saat ini.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



