Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Tapi Dua Kenaikan Lagi di Akhir Tahun

Penulis : Indah Handayani
15 Jun 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: Stefani Reynolds / Bloomberg Creative Photos / Getty Images)
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: Stefani Reynolds / Bloomberg Creative Photos / Getty Images)

Pejabat Fed percaya bahwa langkah kebijakan bekerja dengan ‘kelambatan panjang dan variabel’, yang berarti butuh waktu untuk kenaikan suku bunga berjalan mempengaruhi ekonomi.

The Fed mulai menaikkan suku bunga pada Maret 2022, sekitar satu tahun setelah inflasi mulai naik secara dramatis ke level tertinggi dalam 41 tahun. Kenaikan suku bunga tersebut mencapai 5 poin persentase atau ke tingkat yang tidak terlihat sejak 2007.

Kenaikan tersebut telah membantu mendorong tingkat hipotek 30 tahun lebih dari 7% dan juga melonjaknya biaya pinjaman untuk barang-barang konsumen lainnya seperti pinjaman mobil dan kartu kredit.

ADVERTISEMENT
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Tapi Dua Kenaikan Lagi di Akhir Tahun
Federal Reserve Bank of San Francisco pada 16 Maret 2023 di San Francisco, California, Amerika Serikat. Federal Reserve sedang mempertimbangkan kembali bagaimana pengawasan bank menyusul jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) satu minggu lalu. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

Poin data terbaru seperti indeks harga konsumen dan produsen telah menunjukkan tingkat inflasi melambat, meskipun konsumen masih menghadapi biaya tinggi untuk banyak barang. Pernyataan FOMC terus mencatat bahwa ‘inflasi tetap tinggi’.

Inflasi melanda ekonomi AS karena berbagai faktor terkait pandemi Covid. Rantai pasokan yang tersumbat, permintaan yang sangat kuat untuk barang-barang mahal di atas jasa, dan triliunan stimulus dari Kongres dan Fed yang memiliki banyak uang untuk mengejar kelangkaan barang.

Pada saat yang sama, ketidaksesuaian penawaran-permintaan di pasar tenaga kerja telah mendorong upah dan harga lebih tinggi, sebuah situasi yang berusaha diperbaiki oleh Fed melalui pengetatan kebijakan yang mencakup kenaikan tarif dan pengurangan lebih dari setengah triliun dolar dari aset yang dipegangnya di neraca.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia