Jumat, 15 Mei 2026

Gubernur Fed Konfirmasi Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Tambahan AS

Penulis : Grace El Dora
21 Jun 2023 | 22:10 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Federal Reserve Jerome Powell tiba untuk Penghargaan Kennedy Center ke-45 di Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy di Washington, Amerika Serikat pada 4 Desember 2022. (Foto: Stefani Reynolds/AFP)
Ketua Dewan Federal Reserve Jerome Powell tiba untuk Penghargaan Kennedy Center ke-45 di Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy di Washington, Amerika Serikat pada 4 Desember 2022. (Foto: Stefani Reynolds/AFP)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada Rabu (21/6) mengonfirmasi kenaikan suku bunga tambahan Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan diperlukan untuk menjinakkan inflasi yang tinggi, menjelang kesaksian dua hari di Capitol Hill.

Penampilan Powell di hadapan DPR dan Senat dilakukan tak lama setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap, setelah 10 kenaikan berturut-turut dalam waktu kurang dari setahun.

“Hampir semua peserta FOMC berharap akan tepat untuk menaikkan suku bunga lebih jauh pada akhir tahun ini,” katanya dalam sambutan untuk Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat yang dikutip dari AFP, Rabu.

ADVERTISEMENT

Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga pinjaman acuan sebesar lima poin persentase atau 500 basis poin (bps) sejak Maret 2022, dari yang sebelumnya mendekati nol hingga kisaran antara 5,0% dan 5,25%.

Namun terlepas dari langkah agresif ini, inflasi dinilai tetap jauh di atas target jangka panjang Fed sebesar 2%, papar Powell.

Penampilannya yang dijadwalkan di hadapan Kongres untuk membahas laporan setengah tahunan Fed tentang kebijakan moneter memberikan kesempatan kepada regulator untuk menanyai pejabat paling senior bank tersebut, pada saat suku bunga tinggi dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Bersamaan dengan keputusan suku bunga pada 14 Juni, Fed juga menerbitkan prakiraan ekonomi terbaru yang menunjukkan kenaikan setengah poin persentase atau 50 bps mungkin diperlukan tahun ini.

Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2023 menjadi 1,0% dari proyeksi 0,4% pada Maret 2023.

Ekspektasi inflasi rata-rata untuk tahun ini sedikit turun menjadi 3,2%. Sementara ekspektasi inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik ke tingkat tahunan 3,9% menurut data Fed.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia