Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi India Dinilai Bullish, Akankah Jadi Tiongkok Berikutnya?

Penulis : Grace El Dora
3 Jul 2023 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Pertumbuhan ekonomi India selama beberapa tahun ke depan diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling kuat di dunia. (Foto: CHANDAN KHANNA/AFP/GETTY IMAGES)
Pertumbuhan ekonomi India selama beberapa tahun ke depan diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling kuat di dunia. (Foto: CHANDAN KHANNA/AFP/GETTY IMAGES)

NEW YORK, investor.id – India bukanlah Tiongkok yang baru. Namun, negara adikuasa yang sedang berkembang ini ikut berbaris mengikuti iramanya sendiri dan dapat “menikmati beberapa tahun pertumbuhan yang sangat tinggi,” kata Riedel Research Group.

“(Saya menilai) sangat, sangat bullish untuk India. Mereka melakukan semua hal yang benar dan memiliki peluang yang sangat tinggi untuk mengungguli ekspektasi dalam enam hingga 24 bulan ke depan,” jelas CEO firma riset dan analisis ekuitas David Riedel, dikutip CNBC internasional pada Senin (3/7).

“Pasti lebih memilih India daripada Tiongkok,” lanjutnya. Riedel melihat ekonomi Tiongkok jauh lebih besar, tetapi ada perubahan penting karena India terus-menerus mengungguli Tiongkok.

Riedel juga menyatakan India adalah “negara yang sangat berbeda” dari Tiongkok saat ini dan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Riedel, India berhasil mengatasi jebakan pertumbuhan pendapatan menengah dengan sejumlah instrumen di kotak peralatan mereka. Misalnya dengan monetisasi dan digitalisasi ekonomi mereka, serta perubahan struktur pajak.

Perangkap pendapatan menengah adalah situasi pembangunan ekonomi di mana ekonomi yang sedang tumbuh malah stagnan di tingkat pendapatan menengah, tidak mampu maju ke jajaran negara-negara berpenghasilan tinggi.

“Saya pikir itu memiliki kesempatan untuk menikmati beberapa tahun pertumbuhan yang sangat tinggi, dan saya pikir itulah yang harus dicari oleh investor,” katanya.

India akan menyusul Jepang dan Jerman untuk menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia sebelum akhir dekade ini, menurut perkiraan dari S&P Global dan Morgan Stanley yang dirilis Desember 2023.

Sementara itu, beberapa titik terang dapat ditemukan di sektor outsourcing dan keuangan.

“Ini benar-benar dekade dan perluasan layanan keuangan India. Seluruh bisnis reksa dana, bisnis perbankan sektor swasta ... mereka benar-benar memiliki satu dekade pertumbuhan di depan mereka,” tutur direktur Enam Holdings Manish Chokhani pada Kamis (29/6).

Prospek Redup untuk Tiongkok

Di sisi lain, lintasan pertumbuhan Tiongkok mungkin tidak semerah dulu. Negara Tirai Bambu ini diperkirakan tidak akan sekuat dalam lima tahun ke depan, seperti dalam lima tahun terakhir, menurut proyeksi Riedel. Ia mengutip angin sakal seperti pengangguran perkotaan yang tinggi di kalangan kaum muda dan meningkatnya jumlah rantai pasokan yang beralih dari Tiongkok.

Pada Mei 2023, pengangguran kaum muda Tiongkok naik ke rekor tertinggi 20,8% untuk kaum muda berusia 16 hingga 24 tahun.

Pemerintah Tiongkok juga baru-baru ini mencatat banyak data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, menunjukkan momentum pertumbuhan yang gagal. Aktivitas pabrik Tiongkok pada Juni 2023 menandai kontraksi lain, sementara aktivitas non manufaktur berada pada titik terlemahnya, sejak negara itu meninggalkan kebijakan “nol Covid-19” yang ketat akhir tahun lalu.

Meski begitu, Riedel mengatakan dirinya melihat beberapa tunas hijau di industri konsumen dan perjalanan tertentu yang keluar dari lockdown Covid-19.

“Saya bukan bearish abadi di Tiongkok. Saya hanya kesulitan menemukan peluang hari ini,” tambahnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia