Travis King, Tentara AS yang Buat Onar dan Lari ke Korut
JAKARTA, investor.id – Beberapa bulan sebelum melarikan diri ke Korea Utara (Korut), tentara Amerika Serikat (AS) bernama Travis King menghadapi dua tuduhan. Pertama karena tuduhan penyerangan, kedua didenda oleh pengadilan Korea Selatan (Korsel) karena merusak sebuah mobil polisi. Tak ayal, ia dikenal sebagai tentara AS yang membuat onar dan lari ke Korut.
Militer AS sekarang berusaha keras mengetahui nasib King, setelah ia menerobos dari perbatasan antar Korea ke Korut pada Selasa (18/07/2023). Hingga berita ini ditayangkan pada Kamis (20/07/2023), motivasi King belum diketahui.
Pejabat AS mengatakan King telah selesai menjalani hukuman di Korsel untuk pelanggaran yang lain. Ia sedang diangkut oleh militer AS ke bandara untuk kembali ke unit asalnya di AS, saat King tiba-tiba memutuskan ikut tur ke perbatasan Korut. Pada satu titik, sekonyong-konyong ia lari sekencang-kencangnya menuju wilayah Korut.
Sebelumnya, King mengaku bersalah atas penyerangan dan perusakan barang publik dalam insiden Oktober tahun lalu dan pada 8 Februari 2023. Pengadilan Distrik Barat Seoul mendendanya lima juta won (sekitar US$ 4.000). Reuters melaporkan informasi ini dari salinan putusan pengadilan.
Dua pejabat AS yang meminta anonim mengatakan, prajurit itu akan menghadapi tindakan disipliner oleh militer AS. Belum diketahui atas pelanggaran hukum yang mana.
Pengadilan Seoul juga mengatakan, pada 25 September tahun lalu King meninju seorang pria beberapa kali di sebuah klub. Saat itu kasusnya selesai secara kekeluargaan.
Dua minggu kemudian, pada 8 Oktober 2023, polisi Korsel merespons laporan pertengkaran lain yang melibatkan King dan berusaha memeriksanya. Dia melanjutkan "perilaku agresif" tanpa menjawab pertanyaan dari polisi, kata laporan tersebut.
Saat polisi membawanya di kursi belakang mobil patroli, King meneriakkan kata-kata kasar dan hinaan terhadap warga Korea, tentara Korea, dan polisi Korea.
Sambil mengomel, ia menendang-nendang pintu mobil patroli hingga menyebabkan kerugian sekitar 584.000 won. Pengadilan mengatakan terdakwa telah mengakui dakwaan dan membayar satu juta won untuk memperbaiki mobil patroli tersebut.
Juru bicara US Forces Korea (USFK) menolak mengonfirmasi apakah King pernah ditahan di Korsel atau militer AS. Dari kasus Oktober tahun lalu, salah satu pengacaranya mengatakan kepada Reuters bahwa King ditahan di tahanan militer AS di Pyeongtaek.
Sang pengacara mengaku tidak tahu keberadaannya setelah Februari 2023, sedangkan pengacara King lainnya tidak segera berkomentar.
Ibu King, Claudine Gates, mengatakan kepada ABC News dirinya terkejut mendengar berita putranya telah menyeberang ke Korut. "Saya tidak menyangka Travis melakukan hal seperti itu," katanya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






