Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan

Penulis : Indah Handayani
2 Nov 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Jerome Powell (Foto: Nicholas Kamm / AFP)
Ketua Dewan Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Jerome Powell (Foto: Nicholas Kamm / AFP)

Keputusan untuk suku bunga acuan tetap bertahan ini terjadi seiring dengan melambatnya laju inflasi dan pasar tenaga kerja yang secara mengejutkan tetap tangguh meskipun terjadi kenaikan suku bunga. Padahal, kenaikan tersebut ditargetkan untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi dan mengembalikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar tenaga kerja.

Terdapat 1,5 pekerjaan yang tersedia untuk setiap pekerja yang tersedia pada bulan September, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Rabu pagi (1/11/2023).

Inflasi inti saat ini mencapai 3,7% secara tahunan, menurut pembacaan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi terbaru, yang disukai oleh The Fed sebagai indikator harga. Meskipun angka tersebut terus menurun tahun ini, angka tersebut jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%.

ADVERTISEMENT

Pernyataan pasca-pertemuan tersebut mengindikasikan bahwa The Fed melihat perekonomian tetap kuat meskipun ada kenaikan suku bunga, sebuah posisi yang dapat mendorong para pembuat kebijakan mengambil sikap pengetatan yang berkepanjangan.

Dalam beberapa hari terakhir, slogan ‘higher-for-longer’ telah menjadi tema sentral dalam arah kebijakan The Fed. Meskipun banyak pejabat mengatakan bahwa mereka berpendapat bahwa suku bunga akan tetap bertahan seiring dengan penilaian The Fed terhadap dampak kenaikan suku bunga sebelumnya, namun hampir tidak ada satu pun pejabat yang menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Perkiraan pasar menunjukkan penurunan suku bunga acuan pertama bisa terjadi sekitar Juni 2024, menurut data CME Group.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia