Jumat, 15 Mei 2026

Usai Bertemu Jokowi, Joe Biden Semakin Keras ke Israel

Penulis : Herman / Prisma Ardinto
17 Nov 2023 | 19:53 WIB
BAGIKAN
Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden AS Joe Biden, Washington, DC, 13 November 2023. (Sumber: Youtube, Sekretariat Presiden)
Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden AS Joe Biden, Washington, DC, 13 November 2023. (Sumber: Youtube, Sekretariat Presiden)

Merespons Biden, Jokowi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa AS merupakan salah satu mitra terpenting bagi Indonesia dan sepakat untuk meningkatkan kemitraan tersebut menjadi kemitraan strategis. Namun yang paling penting juga, kemitraan ini perlu dimaknai sebagai prioritas kerja sama ekonomi, termasuk dalam hal rantai pasok.

Di samping itu, Jokowi juga berharap lebih kepada Joe Biden untuk dapat menggunakan pengaruh besarnya kepada Israel agar menghentikan serangan ke Gaza, Palestina. Permintaan ini utamanya mengingat faktor kemanusiaan.

“Indonesia juga berharap kemitraan kita dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran regional dan global. Oleh karena itu, Indonesia berharap AS bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan serangan di Gaza. Ini harus dihentikan demi kemanusiaan,” demikian disampaikan Jokowi kepada Biden.

ADVERTISEMENT

Sebelum bertemu Biden terutama dalam sidang darurat Majelis Umum PBB pada 26 Oktober 2023 lalu, Jokowi melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi juga menegaskan bahwa eskalasi kekerasan di jalur Gaza sebagai tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu, PBB harus mendorong upaya gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Dalam KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, Arab Saudi pada 11 November 2023, Jokowi juga mengajak 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.

“Saat KTT saya menyampaikan secara jujur bahwa dunia seolah tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina, sehingga saya mengajak negara-negara anggota OKI untuk bersatu dan berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina,” kata Jokowi.

Dalam KTT Luar Biasa OKI, Jokowi juga meminta agar negara-negara OKI ikut serta mendesak gencatan senjata. Selain itu, Israel harus segera menghentikan serangan terhadap fasilitas publik dan kegiatan kemanusiaan di Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat dipercepat.

Hasil KTT OKI di Riyadh tersebut kemudian dibawa Jokowi dalam agenda pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih pada 13 November 2023. Menurut Jokowi, pertemuan tersebut merupakan kesempatan baik untuk langsung menyampaikan hasil KTT OKI di Riyadh yang mencerminkan solidaritas negara-negara OKI untuk membela keadilan dan kemanusiaan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia