Kamis, 14 Mei 2026

OPEC+ Tunda Pertemuan, Harga Minyak Dunia Merosot 4%

Penulis : Happy Amanda Amalia
22 Nov 2023 | 23:18 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria pada 3 Maret 2022 (Foto: LISA LEUTNER/AP)
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria pada 3 Maret 2022 (Foto: LISA LEUTNER/AP)

LONDON, investor.id – Harga minyak mentah dilaporkan merosot 4% pada Rabu (22/11/2023) karena anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang tergabung di OPEC+, secara tak terduga menunda pertemuan yang diagendakan pada Minggu (26/11/2023). Penundaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai arah pemangkasan produksi minyak mentah di masa depan.

Tercatat, acuan harga minyak Brent turun US$ 3,39 per barel atau 4,1%, menjadi US$ 79,06 per barel pada pukul 14.12 GMT. Sementara, acuan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun US$ 3,26 per barel atau 4,2%, menjadi US$ 74,51 per barel.

Dalam pernyataan yang dilansir Reuters, OPEC+ menunda pertemuan tingkat menteri hingga 30 November 2023, dari jadwal sebelumnya 26 November 2023. Tidak ada keterangan atau alasan terkait penundaan tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut para analis dan sumber, pertemuan OPEC+ - yang encakup Arab Saudi, Rusia dan sekutu-sekutu lain serta anggota-anggota kelompok negara produsen minyak OPEC – telah diprediksi bertujuan mempertimbangkan perubahan-perubahan lebih lanjut atas kesepakatan pembatasan suplai hingga 2024,

Sebelumnya Bloomberg News telah melaporkan bahwa pertemuan OPEC+ dapat ditunda untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, menyusul ketidakpuasan Arab Saudi terhadap anggota-anggota lain mengenai jumlah produksi mereka.

Para analis juga memperkirakan sebelum penundaan. bahwa OPEC+ kemungkinan memperpanjang atau bahkan memperdalam pengurangan suplai minyak hingga tahun depan.

Acuan harga minyak Brent maupun WTI dilaporkan mengalami penurunan selama empat minggu berturut-turut akibat tertekan peningkatan suplai, serta kekhawatiran seputar permintaan dan potensi perlambatan ekonomi. Ada pun yang pertama, penurunan terjadi mendekati US$ 98 di akhir September.

Kedua acuan harga itu sempat naik sekitar 2% pada Senin (20/11/2023) setelah tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters bahwa OPEC+ bakal mempertimbangkan lebih banyak pengurangan suplai minyak saat bertemu pada 26 November.

“Pertemuan yang akan datang telah menjadi fokus utama utama untuk harga minyak  saat ini, dengan sentimen yang mengabaikan kenaikan tajam dalam persediaan minyak mentah AS,” ujar Jun Rong Yeap, ahli strategi pasar di IG, sebelum pengumuman penundaan pertemuan.

Sementara untuk mendukung harga, disebutkan dalam catatan John Evans dari pialang minyak PVM, OPEC dan sekutunya tidak sekadar perlu memperpanjang, melainkan meningkatkan pemangkasan.

“Langkah pengurangan rollover dan pemangkasan sukarela akan membuat pasar bergerak ke selatan, karena tingkat pembatasan suplai saat ini tidak cukup untuk meyakinkan pasar bahwa pasar sudah 'ketat'. Minyak akan menghadapi hari-hari yang menegangkan dan menjadi berita utama,” kata Evans, juga sebelum penundaan.

Sebagai informasi, awal pekan ini panel teknikal OPEC mengundang seorang dealer pasar keuangan terkemuka untuk memberikan presentasi, yang menggambarkan prospek bearish pada pasar minyak.

Sedangkan kepala divisi pasar dan industri minyak Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mengatakan pada Selasa (21/11/2023), bahkan jika negara-negara OPEC+ memperpanjang pemangkasan hingga tahun depan, pasar minyak global bakal mengalami sedikit surplus pasokan pada 2024.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 54 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia