Perusahaan Jepang Gencarkan Investasi di Asia Tenggara
JAKARTA, investor.id – Jepang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kurang mengesankan dalam beberapa dekade belakangan ini. Sebagai alternatif, sejumlah perusahaan asal Negeri Sakura pun melihat Asia Tenggara sebagai destinasi investasi yang populer.
Hal ini diungkapkan oleh Shujiro Urata selaku penasihat senior untuk Presiden Economic Research Institute for Asean and East Asia (Eria) di sela-sela International Economic Association World Congress di Kolombia, baru-baru ini.
Menurut Shujiro, ekonomi Jepang mengalami pertumbuhan yang cenderung stagnan selama 20-30 tahun. Ia menilai perekonomian Jepang sudah mulai tumbuh, meski masih perlahan. Di saat yang sama, Jepang mengalami penurunan populasi. Ini pun berpengaruh pada prospek perekonomian Jepang. Serta gairah perusahaan Jepang untuk berinvestasi di dalam negeri.
“Ada beberapa dampak negatif. Salah satunya adalah menurunnya jumlah ODA karena pemerintah kesulitan menganggarkan untuk ODA (official development assistance atau dana bantuan pembangunan pemerintah) seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Sehingga jumlah bantuan untuk negara Asia Tenggara juga menurun,” ujar Shujiro.
“Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, perusahaan Jepang sangat aktif berinvestasi di Asia Tenggara,” ungkap Shujiro.
Dia mengatakan, perusahaan Jepang sebelumnya banyak berinvestasi di China. Namun mereka beralih ke negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, dan Indonesia seiring meningkatnya risiko berinvestasi di China. “Di tengah pasar Jepang yang tidak terlalu optimistis ini akibat menurunnya populasi, … perusahaan-perusahaan Jepang bisa menemukan optimisme di Asia Tenggara,” imbuh Shujiro.
Ia pun berharap agar investasi perusahaan Jepang di Asia Tenggara juga membantu meningkatkan perekonomian Jepang itu sendiri. “Saya harap laba dari (investasi yang ditanamkan perusahaan Jepang) di Asia Tenggara bisa kembali masuk ke ekonomi dalam negeri Jepang. Ini diharapkan bisa digunakan untuk mendorong investasi domestik di Jepang,” jelas Shujiro.
Kontribusi Jepang
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






