Jumat, 15 Mei 2026

Dinilai Tak Sesuai Tujuannya, Sekjen Guterres Serukan Perombakan PBB

Penulis : Grace El Dora
22 Jan 2024 | 09:24 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (Foto: Antara/AA)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (Foto: Antara/AA)

KAMPALA, investor.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres pada Minggu (21/1) menyerukan perombakan terhadap institusi multilateral dunia itu. Ia menilai badan-badan yang dibawahi PBB "tidak lagi sesuai dengan tujuannya".

"Mulai dari Dewan Keamanan PBB hingga sistem Bretton Woods, institusi global mencerminkan dunia yang membentuk mereka 80 tahun lalu, ketika negara-negara Afrika masih berbentuk koloni. Mereka tidak lagi sesuai tujuannya," ungkap Guterres di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Selatan ke-3 Kelompok 77 di Kampala, ibu kota Uganda, seperti laporkan kantor berita Turki Anadolu, Senin (22/1).

Dia mengatakan Dewan Keamanan "tidak berubah sama sekali dari masa lalu".

ADVERTISEMENT

"Bagaimana kita dapat menerima bahwa badan ini masih kekurangan satu anggota tetap Afrika?" tanyanya.

Guterres menganggap sistem keuangan dunia sudah ketinggalan zaman, tidak berfungsi, dan tidak adil. Untuk itu, pada September 2024 PBB akan mengadakan KTT Masa Depan.

KTT akan berfokus memperbarui badan-badan PBB sehingga mereka sejalan dengan dunia hari ini dan dapat menghadapi tantangan dunia. “Khususnya, kepentingan vital negara-negara berkembang,” kata Sekjen PBB.

Mengenai situasi di Gaza, yang mengalami bombardemen dari Israel sehingga menewaskan lebih dari 25 ribu jiwa sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, Guterres sempat berkomentar. "Saya tidak akan menyerah untuk menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera," kata dia.

Dia menyatakan gencatan senjata kemanusiaan adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri mimpi buruk bagi warga sipil Palestina.

Selain itu, menurut Guterres, PBB juga akan memfasilitasi pembebasan semua sandera dan mencegah konflik agar tidak melanda seluruh wilayah.

"Penolakan untuk menerima solusi dua negara bagi Israel dan warga Palestina, dan penyangkalan hak untuk bernegara bagi rakyat Palestina, tidak dapat diterima," tegasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia