Israel Minta Pengungsi Evakuasi dari Kamp Terbesar PBB di Gaza
KOTA GAZA, investor.id – Tentara Israel meminta para pengungsi untuk mengevakuasi diri dari kamp penampungan terbesar milik badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi Palestina atau UNRWA di kota Khan Younis, Jalur Gaza pada Jumat (26/1) sore.
Mereka meminta para pengungsi yang tinggal di Pusat Pelatihan UNRWA Khan Younis untuk mengevakuasi diri dengan berjalan kaki sebelum pukul lima sore waktu setempat pada Jumat.
Baca Juga:
Israel Serang Fasilitas PBBPeringatan itu muncul sehari setelah artileri Israel menyasar sebuah bangunan di pusat kota Khan Younis, yang mengakibatkan 12 pengungsi meninggal dan melukai 75 lainnya, menurut pernyataan UNRWA
Seorang koresponden Anadolu melaporkan tentara melakukan panggilan telepon kepada para pengungsi di dalam kamp tersebut, mendesak mereka untuk mengungsi.
Beberapa pengungsi yang berhasil meninggalkan kamp pengungsian dan tiba dengan selamat di Rafah menunjukkan kartu identitas mereka. Menurut laporan, tentara meminta mereka melakukannya untuk tujuan identifikasi.
Dalam pernyataan terpisah kepada koresponden Anadolu, para pengungsi mengatakan tentara telah memasang penghalang di jalur yang mereka klaim aman untuk melakukan pemeriksaan keamanan terhadap pengungsi.
Para saksi mata mengatakan kepada Anadolu, lebih dari 50 kendaraan dan tank ditempatkan di sekitar Universitas Al Aqsa dan pusat pelatihan UNRWA di sebelah barat Khan Younis.
Sebelumnya pada Kamis (25/1), tentara Israel menyebarkan selebaran di beberapa daerah di sekitar Khan Younis, mendesak warga untuk mengungsi.
“Warga Khan Younis di Al-Nasr, Al-Amal dan pusat kota serta kamp, di blok 107-112: Demi keselamatan kalian, kalian harus segera pindah ke areal kemanusiaan di Al- Mawassi melalui Sea Street," demikian isi selebaran tersebut, dikutip kantor berita Turki Anadolu.
UNRWA pada Rabu (24/1) mengatakan pusat pelatihan kejuruan Khan Younis adalah salah satu fasilitas UNRWA terbesar yang menampung hampir 30.000 pengungsi.
"Kompleks ini jelas ditandai sebagai fasilitas PBB dan koordinatnya dibagikan kepada pihak-pihak berwenang Israel seperti yang kami lakukan pada semua fasilitas kami," kata UNRWA.
Badan tersebut memberi peringatan tambahan. “Sekali lagi, (telah terjadi) pelanggaran secara terang-terangan terhadap aturan dasar perang,” tegas perwakilannya.
Israel terus melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Hamas Palestina.
Serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 25.900 warga Palestina dan melukai 64.110 lainnya. Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Perang Israel juga telah menyebabkan 85% penduduk Gaza harus mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih dan obat-obatan. Tidak hanya itu, lebih dari separuh infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur menurut catatan PBB.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






