Vladimir Putin Umumkan Penghasilannya Sebagai Presiden Rusia Selama 6 Tahun
JAKARTA, investor.id – Vladimir Putin mengklaim penghasilannya sebagai presiden Rusia kurang dari US$ 1 juta (Rp 15,7 miliar) dalam enam tahun menjabat. Ini diungkapkan dalam dokumen keuangan yang diterbitkan pekan ini oleh otoritas pemilu Rusia, menurut laporan Newsweek.
Dokumen tersebut menunjukkan Putin menghasilkan 67,6 juta rubel atau sekitar US$ 753.000 (Rp 11,8 miliar) antara 2018 dan 2024.
Jumlah ini juga termasuk pendapatan dari deposito bank, pensiun militer, dan uang yang ia hasilkan dari penjualan properti. Dia menentang pemilihan presiden pada Maret 2024 dan pasti akan menang.
Putin telah berkuasa selama beberapa dekade. Sebagai presiden Rusia dari 2000 hingga 2008, kemudian sejak 2012 bertugas sebagai perdana menteri. Angka resmi mengenai pendapatannya dirilis setelah ia secara resmi mengajukan pencalonan untuk pemilu Maret 2024.
Sebaliknya, presiden Amerika Serikat (AS) memiliki gaji tahunan sebesar US$ 400.000 (Rp 6,3 miliar), seperti dikutip Newsweek, Sabtu (3/2).
Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia (CEC) mengatakan Putin memiliki tabungan sebesar 54,5 juta rubel (US$ 606.000) di 10 rekening bank berbeda dan juga memiliki beberapa kendaraan. Kendaraannya yang tercatat adalah dua mobil antik Uni Soviet model GAZ M-21 yang diproduksi pada 1960-an, sebuah 4X4 buatan Rusia dari 2009, dan sebuah trailer berkemah buatan pada 1987.
Presiden Rusia juga memiliki sebuah apartemen di Moskow dan sebuah apartemen serta garasi di St. Petersburg.
Dokumen tersebut dirilis sehari setelah laporan Moscow Times mengklaim dirinya memiliki kediaman rahasia di dekat perbatasan Rusia dengan Finlandia.
Outlet media tersebut mengatakan dugaan tempat persembunyian Putin terletak di Taman Nasional Danau Ladoga di Karelia dan memiliki tiga rumah bergaya modern di tepi Teluk Marjalahti, dua helipad, beberapa dermaga kapal pesiar, serta sebuah peternakan ikan trout dan sebuah peternakan dengan sapi untuk produksi daging sapi marmer.
Pemilihan presiden Rusia akan diadakan selama tiga hari mulai tanggal 15-17 Maret, sebuah langkah yang menurut para kritikus Kremlin membuat jaminan transparansi menjadi lebih sulit.
Menyusul reformasi konstitusi yang kontroversial pada 2020, Putin yang berusia 71 tahun dapat tetap berkuasa setidaknya hingga 2036.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





