Studi: Konflik Berlanjut di Jalur Gaza Bisa Tambah 86.000 Korban Jiwa
WASHINGTON, investor.id – Sebuah studi memperkirakan, jika konflik berlanjut di jalur Gaza, maka akan menambah 86.000 korban jiwa lainnya. Ini akan terjadi jika perang Israel di jalur tersebut meningkat, ungkap studi gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris tersebut.
Studi tersebut diumumkan pada Senin (19/2) berjudul “Krisis di Gaza: Perkiraan Dampak Kesehatan Berbasis Skenario adalah proyek gabungan London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Pusat Kesehatan Kemanusiaan Universitas Johns Hopkins”.
Para analis melacak tiga skenario, di antaranya skenario tentang kemungkinan terburuk akibat eskalasi konflik di Gaza. Kemungkinan terburuknya adalah jumlah korban yang bertambah hingga 85.750 jiwa, hingga korban akibat trauma fisik dan penyakit dalam setengah tahun mendatang.
Jumlah itu di luar hampir 30.000 kematian yang dicatat otoritas kesehatan di Gaza sejak awal perang pada Oktober 2023.
Berdasarkan situasi empat bulan terakhir, para pengamat menghitung kasus cedera dan penyakit berpotensi membunuh 66.720 warga Palestina hanya dalam enam bulan ke depan.
Menurut skenario terbaik pun, yakni jika ada gencatan senjata, masih ada sekitar 11.580 warga Palestina yang kemungkinan kehilangan nyawa. Di samping itu, epidemi juga bisa menambah korban jiwa hingga hampir 50%.
“Proyeksi kami mengindikasikan, bahkan dalam skenario gencatan senjata terbaik sekalipun, ribuan kematian bakal terus terjadi. Terutama karena waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki air, sanitasi, dan kondisi pengungsian," jelas laporan tersebut, seperti dilansir kantor berita Turki Anadolu, Kamis (22/2).
Jelas, perlu waktu untuk memperbaiki gizi masyarakat serta memulihkan layanan kesehatan di Gaza. Para pengamat mengharapkan proyek studi ini dapat memperbarui temuan mereka secara berkala hingga Mei 2024, seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.
Studi itu mengemuka ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan akan melancarkan perang ke Kota Rafah di Gaza selatan. Wilayah itu kini menjadi lokasi pengungsian hampir satu setengah juta orang.
Mayoritas pengungsi menyelamatkan diri ke Kota Rafah, setelah meninggalkan di wilayah-wilayah Gaza lainnya.
Netanyahu sempat melontarkan janji akan melakukan serangan darat pada awal Ramadhan, jika lebih dari 130 sandera yang ditahan kelompok perlawanan Hamas tidak dibebaskan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






