Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Tergelincir di Tengah Banyak Sentimen

Penulis : Grace El Dora
5 Mar 2024 | 07:47 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berjalan keluar dari sebuah rumah pialang di Beijing, China pada 6 Februari 2024. (Foto: AP/Andy Wong)
Seorang pria berjalan keluar dari sebuah rumah pialang di Beijing, China pada 6 Februari 2024. (Foto: AP/Andy Wong)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik melemah di tengah banyak sentimen baru. Pertemuan “Dua Sesi” China tengah berlangsung, sementara investor memperhatikan rencana ekonomi negara tersebut. China memperkirakan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 5% untuk 2024.

Negara ini juga memperkirakan tingkat inflasi akan meningkat menjadi sekitar 3%.

Secara terpisah, pembacaan indeks manajer pembelian (PMI) jasa Caixin untuk China akan dirilis hari ini, Selasa (5/3).

ADVERTISEMENT

Dari sisi data ekonomi, investor juga akan menilai revisi angka PDB Korea Selatan (Korsel) untuk kuartal IV-2023 serta angka inflasi dari ibu kota Jepang, Tokyo.

Di Australia, S&P/ ASX 200 bergerak mundur untuk hari kedua berturut-turut setelah mencapai rekor tertinggi pada 1 Maret, turun 0,15% di awal perdagangan.

Nikkei 225 Jepang turun di bawah angka 40.000 atau jatuh 0,34%, setelah melewati angka tersebut pada Senin (4/3). Sedangkan Topix turun 0,3%.

Kospi Korea Selatan juga tergelincir 0,26%, sementara saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 0,52%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 16.368, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di 16.595.97.

Dari sisi komoditas, emas berjangka ditutup pada rekor tertinggi pada Senin. Para trader bertaruh The Federal Reserve (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga pada semester II-2024. Kontrak berjangka mencapai US$ 2.126,30, sebelum turun tipis ke level US$ 2.115,38 per ounce saat ini.

Semalam di Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama melemah seiring dengan S&P 500 dan Komposit Nasdaq turun dari titik tertinggi sepanjang masa, meskipun saham-saham teknologi yang terkait dengan ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) mengalami kenaikan.

S&P 500 merosot 0,12%, sedangkan Nasdaq Composite tergelincir 0,41%. Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,25%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia