Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Melemah Setelah Laporan Inflasi AS yang Panas

Penulis : Grace El Dora
15 Mar 2024 | 08:56 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita melewati layar elektronik yang menampilkan harga saham di sebuah rumah pialang di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur pada 5 Februari 2024. (Foto: Chinatopix via AP, File)
Seorang wanita melewati layar elektronik yang menampilkan harga saham di sebuah rumah pialang di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur pada 5 Februari 2024. (Foto: Chinatopix via AP, File)

TOKYO, investor.id – Pasar saham Asia Pasifik turun pada Jumat (15/3) setelah rilis indeks harga produsen (PPI) di Amerika Serikat (AS), tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebesar 0,6% pada Februari 2024.

Tidak termasuk harga pangan dan energi, PPI inti naik 0,3% pada Februari 2024. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,3% untuk PPI utama dan kenaikan 0,2% untuk proyeksi inti PPI.

Investor di Asia akan mewaspadai berita apa pun dari negosiasi upah musim semi di Jepang, dengan perkiraan awal diperkirakan akan keluar pada hari ini.

ADVERTISEMENT

Nikkei 225 Jepang turun 0,4% saat pembukaan, sedangkan Topix naik tipis 0,3%.

Kospi Korea Selatan merosot hampir 1%, sedangkan Kosdaq yang berkapitalisasi lebih kecil turun 0,9%.

Bank sentral China juga akan menjadi fokus, dengan Bank Rakyat China (PBoC) diperkirakan mempertahankan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun tidak berubah pada posisi 2,5%, menurut laporan Reuters.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada di 16.798, juga menunjukkan pembukaan yang lebih rendah dibandingkan dengan penutupan HSI di level 16.961,66.

Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 1,55% mencapai level terendah dalam sekitar tiga minggu.

Semalam di Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama melemah karena laporan inflasi yang panas menyebabkan imbal hasil (yield) obligasi lebih tinggi, dengan benchmark Treasury tenor 10 tahun bertambah sekitar 10 basis poin (bps) menjadi 4,29%.

Hal ini memberi tekanan pada ekuitas, dengan angka 30 saham Dow turun 0,35%. Komposit Nasdaq turun 0,3%, sedangkan S&P 500 tergelincir 0,29%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia