The Fed Masih Hati-hati Terhadap Inflasi dan Kebijakan
WASHINGTON, investor.id – Pejabat The Federal Reserve (The Fed) belum siap mengatakan inflasi Amerika Serikat (AS) sedang menuju target bank sentral sebesar 2%. Data yang dirilis minggu lalu menunjukkan berkurangnya tekanan indeks harga konsumen (CPI) pada April 2024 dan beberapa pihak di awal pekan ini menyerukan agar The Fed berhati-hati mengambil kebijakan.
“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan proses disinflasi baru-baru ini akan bertahan lama,” ungkap Wakil Ketua Fed Philip Jefferson, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/5/2024). Namun, ia masih menyebut data April “menggembirakan”.
Jefferson menggambarkan kebijakan moneter The Fed saat ini sebagai kebijakan yang membatasi. Ia menolak mengatakan apakah sedang memperkirakan penurunan suku bunga akan dimulai tahun ini.
Pejabat itu menyatakan dirinya akan hati-hati dalam menilai data ekonomi yang masuk, prospeknya, dan keseimbangan risikonya.
Berbicara secara terpisah, Wakil Ketua Pengawasan Fed Michael Barr mengatakan pembacaan inflasi kuartal I-2024 "mengecewakan".
"Tidak memberi saya peningkatan kepercayaan diri yang saya harapkan dapat mendukung pelonggaran kebijakan moneter," sambungnya.
Seperti Jefferson, Barr memperkuat pesan umum bahwa penurunan suku bunga, yang sangat diantisipasi oleh pasar, akan ditunda sampai jelas inflasi akan kembali ke target The Fed sebesar 2%.
“Kami perlu memberikan kebijakan pembatasan kami beberapa waktu lagi agar dapat melanjutkan fungsinya,” kata Barr.
CPI menurun pada April 2024, sementara belanja ritel tidak meningkat sama sekali. Dua data ini menunjukkan tanda baik bahwa perekonomian mungkin akan kehilangan tenaga akibat kebijakan suku bunga yang dipertahankan oleh The Fed pada kisaran 5,25%-5,5% sejak Juli 2023.
Namun para pengambil kebijakan The Fed, yang terdampak oleh serangkaian angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada tiga bulan sebelumnya, tetap berhati-hati.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






