Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Masih Hati-hati Terhadap Inflasi dan Kebijakan

Penulis : Grace El Dora
22 Mei 2024 | 13:20 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson berbicara pada konferensi Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis di Dallas, Texas, Amerika Serikat pada 9 Oktober 2023. (Foto: REUTERS/Ann Saphir/File Foto)
Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson berbicara pada konferensi Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis di Dallas, Texas, Amerika Serikat pada 9 Oktober 2023. (Foto: REUTERS/Ann Saphir/File Foto)

WASHINGTON, investor.id – Pejabat The Federal Reserve (The Fed) belum siap mengatakan inflasi Amerika Serikat (AS) sedang menuju target bank sentral sebesar 2%. Data yang dirilis minggu lalu menunjukkan berkurangnya tekanan indeks harga konsumen (CPI) pada April 2024 dan beberapa pihak di awal pekan ini menyerukan agar The Fed berhati-hati mengambil kebijakan.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan proses disinflasi baru-baru ini akan bertahan lama,” ungkap Wakil Ketua Fed Philip Jefferson, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/5/2024). Namun, ia masih menyebut data April “menggembirakan”.

Jefferson menggambarkan kebijakan moneter The Fed saat ini sebagai kebijakan yang membatasi. Ia menolak mengatakan apakah sedang memperkirakan penurunan suku bunga akan dimulai tahun ini.

ADVERTISEMENT

Pejabat itu menyatakan dirinya akan hati-hati dalam menilai data ekonomi yang masuk, prospeknya, dan keseimbangan risikonya.

Berbicara secara terpisah, Wakil Ketua Pengawasan Fed Michael Barr mengatakan pembacaan inflasi kuartal I-2024 "mengecewakan".

The Fed Masih Hati-hati Terhadap Inflasi dan Kebijakan
Wakil Ketua Dewan Federal Reserve untuk Pengawasan, Michael Barr, memberikan kesaksian di depan sidang Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan Senat di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat pada 18 Mei 2023. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein/ Photo File)

"Tidak memberi saya peningkatan kepercayaan diri yang saya harapkan dapat mendukung pelonggaran kebijakan moneter," sambungnya.

Seperti Jefferson, Barr memperkuat pesan umum bahwa penurunan suku bunga, yang sangat diantisipasi oleh pasar, akan ditunda sampai jelas inflasi akan kembali ke target The Fed sebesar 2%.

“Kami perlu memberikan kebijakan pembatasan kami beberapa waktu lagi agar dapat melanjutkan fungsinya,” kata Barr.

CPI menurun pada April 2024, sementara belanja ritel tidak meningkat sama sekali. Dua data ini menunjukkan tanda baik bahwa perekonomian mungkin akan kehilangan tenaga akibat kebijakan suku bunga yang dipertahankan oleh The Fed pada kisaran 5,25%-5,5% sejak Juli 2023.

Namun para pengambil kebijakan The Fed, yang terdampak oleh serangkaian angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada tiga bulan sebelumnya, tetap berhati-hati.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia