Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Tawarkan Perdamaian dengan Syarat ke Ukraina

Penulis : Grace El Dora
15 Jun 2024 | 19:27 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: ANTARA/Anadolu/pri)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: ANTARA/Anadolu/pri)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia menawarkan perdamaian dengan syarat tertentu kepada Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perdamaian ke Ukraina, menguraikan kondisi Rusia untuk mengakhiri perang, dan memulai pembicaraan damai.

Putin berbicara pada pertemuan dengan pegawai Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow. Ia menyatakan pemerintah Rusia akan "segera" menghentikan operasi tempur, jika Ukraina membatalkan niatnya untuk bergabung dengan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan menarik pasukannya dari empat wilayah yang diklaim Rusia yakni di Donetsk, Luhansk, Kherson, dan wilayah Zaporizhzhya.

"Hari ini kami membuat usulan perdamaian lain yang konkret dan nyata. Jika Kiev (ibu kota Ukraina) dan negara-negara Barat menolaknya seperti sebelumnya, maka itu adalah urusan mereka, tanggung jawab politik, dan moral mereka atas kelanjutan pertumpahan darah," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Putin mengatakan hal ini dengan nada memperingatkan. Menurut dia, situasi di medan perang bisa berubah menjadi hal yang tidak menguntungkan bagi Kiev. "(Jika ini terjadi) kondisi untuk memulai negosiasi akan berbeda," kata Putin, menurut laporan kantor berita Turki Anadolu, Sabtu (15/6/2024).

Putin menegaskan, dirinya mengusulkan untuk mengakhiri konflik dan bukan hanya menghentikan untuk sementara.

"Segera setelah Ukraina mulai menarik pasukan dari Donbas dan Novorossiya (di wilayah tersebut) dan berjanji untuk tidak bergabung dengan NATO, Federasi Rusia akan menghentikan tembakan dan siap untuk bernegosiasi. Saya kira hal itu tidak akan memakan waktu lama," ujarnya.

Pemimpin Rusia yang baru-baru ini kembali terpilih menjadi presiden tersebut mengisyaratkan dirinya tidak menganggap Volodymyr Zelensky sebagai presiden sah Ukraina, setelah masa jabatannya berakhir pada 20 Mei 2024. Putin mengidentifikasi parlemen negara tersebut, Verkhovna Rada, sebagai satu-satunya otoritas yang sah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia