Pejabat The Fed Perkirakan Penurunan Suku Bunga AS pada Desember
WASHINGTON, investor.id – Presiden The Federal Reserve (The Fed) Minneapolis Neel Kashkari memperkirakan penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada Desember 2024. Menurutnya, pemangkasan suku bunga sekali tahun ini adalah “prediksi yang masuk akal”.
Kashkari mengatakan, pihaknya dapat menunggu hingga akhir tahun ini untuk mengubah arah kebijakan The Fed.
“Kita perlu melihat lebih banyak bukti untuk meyakinkan kita bahwa inflasi sedang dalam perjalanan kembali ke 2%,” papar Kashkari, seperti dikutip CBS pada Senin (17/6/2024).
The Fed pada pekan lalu mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 5,25%-5,50%. Arah kebijakan ini belum berubah sejak Juli 2023, untuk terus memberikan tekanan terhadap perekonomian guna meredam inflasi AS.
Mereka juga menerbitkan proyeksi yang menunjukkan perkiraan median dari 19 gubernur bank sentral AS adalah penurunan suku bunga tunggal pada tahun ini.
“Saat ini kita berada dalam posisi yang sangat baik untuk meluangkan waktu, mendapatkan lebih banyak data inflasi, mendapatkan lebih banyak data mengenai perekonomian, pasar tenaga kerja, sebelum kita harus mengambil keputusan apa pun,” ungkapnya.
“Kami berada dalam posisi yang kuat. Namun jika Anda hanya mengatakan akan ada satu pemotongan (suku bunga), seperti yang ditunjukkan oleh median, kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi menjelang akhir tahun,” ujar Kashkari.
Ia lebih berhati-hati terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dibandingkan rekan-rekannya. Namun ia tidak mengatakan berapa banyak penurunan suku bunga yang ia perkirakan secara pribadi.
Kashkari mengaku terkejut dengan seberapa baik kinerja pasar kerja AS bahkan ketika The Fed menaikkan biaya pinjaman secara agresif pada 2022 dan 2023. Meski demikian, ia tetap memperkirakan akan ada lebih banyak pendinginan di masa depan.
“Saya berharap ini bisa menjadi pendinginan yang moderat, dan kemudian kita bisa kembali ke perekonomian yang lebih seimbang,” katanya.
Inflasi berdasarkan ukuran yang ditargetkan The Fed, perubahan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) dari tahun ke tahun (YoY) tercatat sebesar 2,7% pada April 2024. The Fed memiliki target 2%.
Tingkat pengangguran pada Mei 2024 meningkat hingga 4%, yang merupakan tingkat tertinggi sejak sebelum The Fed meluncurkan kampanye kenaikan suku bunga pada Maret 2022. Namun, angka ini masih di bawah level yang dianggap berkelanjutan oleh sebagian besar pembuat kebijakan.
Ditanya tentang tingginya biaya pinjaman bagi orang-orang yang mencoba membeli rumah, Kashkari mengatakan hal terbaik yang dapat dilakukan The Fed untuk pasar perumahan adalah mengembalikan inflasi ke targetnya.
“Jika kita hanya menurunkan suku bunga untuk mencoba mendukung kepemilikan rumah saat ini, hal itu mungkin akan menaikkan harga rumah. Dan hal ini sebenarnya tidak akan menghasilkan keterjangkauan yang lebih baik,” jelasnya lagi.
“Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah melakukan tugas kita (yakni) mengembalikan inflasi ke target kita. Dan kemudian, mudah-mudahan, sisi pasokan perekonomian dapat turun tangan untuk membangun rumah yang dibutuhkan masyarakat Amerika,” pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






