Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi AS Turun Pertama Kali Sejak Pandemi, Jadi Alas Kuat The Fed

Penulis : Grace El Dora
12 Jul 2024 | 07:35 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita membeli makanan di Rosemead, California, AS. (FOTO: FREDERIC J. BROWN / AFP)
Seorang wanita membeli makanan di Rosemead, California, AS. (FOTO: FREDERIC J. BROWN / AFP)

WASHINGTON, investor.id – Indeks Harga Konsumen (CPI) turun pada Juni 2024 secara bulanan, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada Jumat (12/7/2024). ini akan menjadi alasan kuat The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga.

Angka penurunan ini menandai pertama kalinya harga barang dan jasa AS mencatat penurunan sejak Mei 2020, pada masa-masa awal pandemi.

Harga-harga turun 0,1% pada Juni 2024 dibandingkan Mei 2024 dan naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua hasil tersebut lebih lemah dari ekspektasi analis, didorong oleh penurunan harga bensin, mobil bekas, dan barang-barang rumah tangga.

ADVERTISEMENT

CPI Inti, yang merupakan ukuran inflasi yang diawasi dengan ketat tanpa memperhitungkan harga pangan dan bahan bakar yang bergejolak, naik 0,1% pada Juni 2024 secara bulanan yang menjadi kenaikan terkecil sejak Agustus 2021. Secara tahunan, CPI inti naik 3,3%, kenaikan terkecil sejak April 2021.

Alasan Menurunkan Suku Bunga

Menyebut laporan tersebut “sangat menggembirakan” kolumnis Bloomberg Jonathan Levin menulis komentarnya.

“Dalam hal inflasi, hampir semuanya tampak berjalan baik,” ungkapnya, seperti dikutip pada Jumat. Ia memperhatikan kenaikan harga sewa mulai menurun dan harga mobil bekas turun. Kedua kategori tersebut memang merupakan sumber inflasi yang bermasalah.

Levin meminta bank sentral AS untuk segera mulai menurunkan suku bunga, untuk memastikan pengangguran tidak menjadi masalah dalam beberapa bulan mendatang.

“Langkah yang tepat adalah mulai menurunkan suku bunga kebijakan pada keputusan berikutnya pada 31 Juli,” tulis Levin, meskipun ia mengakui bahwa penurunan suku bunga pada bulan ini tidak mungkin terjadi.

Menurut dia, The Fed mempunyai mandat ganda untuk mendorong lapangan kerja maksimum dan harga stabil.

“Dan perkembangan terkini membuat suku bunga riil tetap ketat pada saat pengangguran semakin tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja melambat. Masalah pasar tenaga kerja dapat menjadi semakin besar dengan cepat dan tidak dapat diprediksi ketika hal itu dimulai,” sambungnya.

Senada dengan itu, kepala ekonom RSM Joseph Brusuelas mengatakan dalam laporan The Washington Post, laporan tersebut “lebih baik dari pada baik”.

Dalam unggahan blog terpisah, Brusuelas mengatakan dirinya yakin inflasi turun menuju tingkat target The Fed sebesar 2% dan perekonomian AS “berada di titik puncak stabilitas harga”.

Oleh karena itu, ia memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada September dan Desember tahun ini. Ada pula kemungkinan penurunan yang lebih besar pada akhir tahun jika pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan lebih lanjut.

Investor bertaruh penurunan suku bunga akan segera terjadi, dengan probabilitas CME FedWatch untuk penurunan suku bunga pada September 2024 melonjak menjadi 84,6%.

“(Laporan CPI hari ini) menempatkan kita berada di jalur penurunan suku bunga The Fed pada September,” kata Kepala strategi global Principal Asset Management Seema Shah.

“Kenaikan terkecil dalam CPI inti sejak 2021 tentu memberikan keyakinan kepada The Fed bahwa kuartal I-2024 akan meningkat. Pembacaan CPI yang panas akan menjadi hambatan dan membangun momentum untuk beberapa kali penurunan suku bunga tahun ini,” tambahnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia