Jumat, 15 Mei 2026

Putin Menjamu Para Pemimpin BRICS untuk Imbangi Pengaruh Barat

Penulis : Grace El Dora
24 Okt 2024 | 15:02 WIB
BAGIKAN
Foto yang dirilis Kantor Berita Xinhua menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden China Xi Jinping berjabat tangan sebelum jamuan penyambutan untuk pertemuan puncak BRICS di Kazan, Rusia pada Selasa (22/10/2024). (Foto: AP)
Foto yang dirilis Kantor Berita Xinhua menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden China Xi Jinping berjabat tangan sebelum jamuan penyambutan untuk pertemuan puncak BRICS di Kazan, Rusia pada Selasa (22/10/2024). (Foto: AP)

KAZAN, investor.id – Xi Jinping dari China, Narendra Modi dari India, dan para pemimpin dunia lainnya tiba pada Selasa (22/10/2024) di Kazan, Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu mereka para pemimpin BRICS dalam pertemuan puncak blok ekonomi berkembang itu, yang diharapkannya dapat mengimbangi pengaruh negara-negara Barat dalam urusan global.

Bagi Putin, pertemuan tiga hari yang berakhir Kamis (24/10/2024) tersebut juga menawarkan cara yang ampuh untuk menunjukkan kegagalan upaya yang dipimpin pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengisolasi Rusia atas tindakannya di Ukraina.

Penasihat urusan luar negeri Rusia Yuri Ushakov menyebutnya sebagai acara kebijakan luar negeri terbesar yang pernah diadakan oleh Rusia. Sebanya pemimpin 36 negara hadir, lebih dari 20 di antaranya diwakili oleh kepala negara.

ADVERTISEMENT

Aliansi yang awalnya mencakup Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan telah berkembang pesat hingga mencakup Iran, Mesir, Ethiopia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Selain itu, Turki, Azerbaijan, dan Malaysia telah secara resmi mengajukan permohonan untuk menjadi anggota. Beberapa negara lain bahkan telah menyatakan minatnya untuk bergabung.

Para pengamat melihat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS sebagai bagian dari upaya Rusia untuk menunjukkan dukungan dari negara-negara berkembang, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat sambil memperluas hubungan ekonomi dan keuangan.

Proyek yang diusulkan mencakup pembuatan sistem pembayaran baru yang akan menawarkan alternatif bagi jaringan pengiriman pesan bank global SWIFT. Ini juga akan memungkinkan Rusia menghindari sanksi Barat dan berdagang dengan mitra.

Putin mengadakan sekitar 20 pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan. Ia berunding dengan Xi, Modi, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Selasa menjelang pembukaan KTT.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia