Jumat, 15 Mei 2026

RS Indonesia di Jalur Gaza, Simbol Dukungan ke Warga Palestina

Penulis : Grace El Dora
2 Nov 2024 | 18:37 WIB
BAGIKAN
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. (Foto: ANTARA/HO-MER-C/pri)
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. (Foto: ANTARA/HO-MER-C/pri)

JAKARTA, investor.id – Kehadiran Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina menjadi simbol sekaligus bukti dukungan penuh Indonesia bagi warga Palestina. Hingga kini, warga Palestina masih menghadapi aksi kekerasan pasukan pendudukan zionis Israel.

Di tengah serangan Israel terhadap wilayah kantong tersebut, RS Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Fasilitas ini juga sebagai tempat pengungsian bagi mereka yang mencari perlindungan.

Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pemerintah Indonesia siap mengirim bantuan kemanusiaan lebih banyak ke Jalur Gaza. Di antaranya dengan melakukan evakuasi korban luka atau evakuasi anak-anak yang mengalami trauma dan menjadi korban perang.

ADVERTISEMENT

Hal ini disampaikannya dalam pidato pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/ DPR RI di Senayan, Jakarta pada 20 Oktober 2024.

Simak sederet fakta seputar RS Indonesia di Jalur Gaza, khususnya di Gaza utara yang masih beroperasi hingga hari ini.

Didirikan pada 2011

RS Indonesia terletak di Kota Bait Lahia, Gaza Utara, Jalur Gaza, Palestina. Fasilitas kesehatan ini didirikan pada 2011 di atas tanah seluas 16.000 meter persegi yang diwakafkan dari pemerintah Gaza.

Pembangunan RS Indonesia memakan biaya Rp 126 miliar. Dinamai Rumah Sakit Indonesia karena sepenuhnya menggunakan sumbangan dari warga Indonesia yang dikumpulkan melalui organisasi kemanusiaan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

RS ini menampuung 100 tempat tidur bangsal, empat ruang operasi, serta unit perawatan intensif yang dilengkapi 10 tempat tidur.

Jadi Sasaran Israel

Pasukan zionis Israel berulang kali menjadikan rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza, termasuk milik Indonesia, sebagai target mereka. Pada 20 November 2023 militer Israel menjadikan lantai operasi RS Indonesia di Gaza utara sebagai sasaran serangan, sehingga merusak peralatan medis di rumah sakit tersebut.

Pada saat itu, Direktur Kerumahsakitan di Gaza Munir al-Bursh menyampaikan pidatonya saat berada di RS Indonesia. Ia mengatakan RS Indonesia di Jalur Gaza menjadi satu-satunya rumah sakit yang masih berfungsi di sebagian kota Gaza dan di wilayah utara Gaza.

Pada 19 Oktober 2024, Wakil Menteri Kesehatan Gaza dr. Yousef Abu Rish melaporkan pasukan Israel kembali menyerang RS Indonesia di Gaza Utara dan menyerang sekelompok pengungsi yang bertahan di gerbang rumah sakit.

Tentara Israel saat itu memerintahkan tiga RS di Gaza Utara yang masih aktif, salah satunya RS Indonesia, untuk segera melakukan evakuasi ke arah selatan. Mereka juga mengancam akan menghancurkan rumah sakit dan menangkap orang-orang di dalamnya apabila perintah tersebut tak diindahkan.

Pasang Panel Surya

MER-C melakukan pemasangan panel surya di RS Indonesia untuk mengurangi dampak krisis bahan bakar dan listrik yang masih masih berlangsung akibat agresi dan blokade Israel.

Pada 8 September 2024, sebanyak 30 lembar panel surya tahap pertama telah terpasang dengan kapasitas 20 kV yang menyimpan 16% dari kebutuhan. Rencananya, pemasangan panel surya akan dilakukan dalam tiga tahap.

Menurut laporan MER-C yang dikutip Antara, sebanyak 30 lembar panel surya yang baru dipasang sudah dapat digunakan dan difokuskan untuk kebutuhan ruang operasi dan ICU. Sebelumnya, sudah ada panel surya yang terpasang sejak sebelum perang, yang tersisa 30% dari total kebutuhan 130 kV. Artinya, RS Indonesia masih membutuhkan 46% lagi dari kebutuhan energi untuk beroperasi.

Evakuasi

Pada 9 Oktober 2024, relawan Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C) Indonesia mengikuti proses evakuasi dari RS Indonesia di Gaza utara menuju RS Al-Ahli Arab di Kota Gaza setelah adanya perintah evakuasi dari Israel.

Sesampainya di RS Al Ahli, para relawan mendapat informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menjemput mereka untuk melanjutkan perjalanan ke Gaza tengah dan bergabung dengan tim MER-C lainnya.

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengatakan Israel memerintahkan pengosongan tenaga medis dan pasien di tiga rumah sakit di Gaza utara, yaotu RS Indonesia, RS Kamal Adwan, dan RS Al Audah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia