Jumat, 15 Mei 2026

Delegasi Rusia Kunjungi Pyongyang di Tengah Memanasnya Konflik

Penulis : Grace El Dora
20 Nov 2024 | 08:55 WIB
BAGIKAN
Kepala sumber daya alam Kremlin Alexander Kozlov (kiri) bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang. (Foto: AFP News)
Kepala sumber daya alam Kremlin Alexander Kozlov (kiri) bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang. (Foto: AFP News)

MOSKOW, investor.id – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bertemu dengan menteri sumber daya alam Rusia di Pyongyang, kata media pemerintah pada Selasa (19/11/2024). Kunjungan delegasi dari Moskow ini menyoroti hubungan yang semakin erat di tengah perang Ukraina.

Kim Jong Un melakukan pertemuan dengan Menteri Sumber Daya Alam dan Ekologi Rusia Alexander Kozlov pada Senin (18/11/2024). Kozlov memimpin delegasi yang berfokus pada kerja sama dalam perdagangan, ekonomi, sains, dan teknologi, kata Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah.

Delegasi dari akademi militer Rusia juga tiba di ibu kota Korea Utara, kata KCNA, tanpa memberikan rincian tentang kunjungan tersebut.

ADVERTISEMENT

Adapun pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menuduh Korut yang bersenjata nuklir mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Rusia memerangi Ukraina. Mengutip laporan AFP, para ahli mengatakan Kim sangat ingin mendapatkan teknologi canggih dan pengalaman tempur bagi pasukannya sebagai imbalannya.

Putin dan Kim menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada Juni 2024, pada kunjungan kepala Kremlin itu ke Pyongyang.

Perjanjian tersebut mewajibkan kedua negara untuk memberikan bantuan militer tanpa penundaan, jika terjadi serangan terhadap pihak lain dan untuk bekerja sama secara internasional guna menentang sanksi Barat.

Putin memuji kesepakatan tersebut pada Juni 2024, menyebutnya sebagai dokumen terobosan.

Delegasi Rusia Kunjungi Pyongyang di Tengah Memanasnya Konflik
Delegasi dari akademi militer Rusia berada di Korea Utara untuk berkunjung. (Foto: AFP News)

Pekan lalu, otoritas Korut mengatakan pihaknya telah meratifikasi pakta pertahanan penting dengan Rusia. Ini setelah anggota parlemen Rusia memberikan suara bulat untuk mendukung kesepakatan tersebut, yang kemudian ditandatangani Putin.

Memperhatikan perjanjian baru tersebut, Kim mengatakan pertemuannya dengan Kozlov ditujukan untuk lebih mempromosikan perdagangan serta pertukaran ilmiah dan teknologi, kata KCNA.

Pemimpin Korut itu menambahkan, hubungan kedua negara telah mencapai tingkat strategis baru.

Sebagai imbalan atas pengiriman pasukan Korut, negara-negara Barat khawatir Rusia menawarkan dukungan teknologi yang dapat memajukan program senjata nuklir Korut.

Negara tertutup itu baru-baru ini menembakkan salvo rudal balistik dan menguji ICBM berbahan bakar padat baru. Di sisi lain, pemerintah AS mengatakan pasukan Korut telah memulai operasi tempur bersama pasukan Rusia.

Para ahli mengatakan pihak Korut dapat menggunakan Ukraina sebagai sarana untuk menyelaraskan kembali kebijakan luar negerinya.

Dengan mengirimkan tentara, menurut para analis Korut memposisikan dirinya dalam ekonomi perang Rusia sebagai pemasok senjata, dukungan militer, dan tenaga kerja, bahkan berpotensi melewati sekutu tradisionalnya, tetangga, dan mitra dagang utamanya China.

Rusia juga dapat memberi Korut akses ke sumber daya alamnya yang melimpah, seperti minyak dan gas, kata mereka.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Korut Choe Son Hui baru-baru ini mengunjungi Moskow. “(Negaranya akan) berdiri teguh di samping kawan-kawan Rusia kita hingga hari kemenangan," kata Choe, mengutip laporan AFP, Rabu (20/11/2024).

Ia menyebut serangan Rusia terhadap Ukraina sebagai "perjuangan suci" dan mengatakan Korut percaya pada "kepemimpinan bijak" Putin.

Ketika ditanya secara terbuka tentang pengerahan pasukan Korut bulan lalu, Putin tidak membantahnya. Ia malah mengalihkan pertanyaan itu untuk mengkritik dukungan Barat terhadap Ukraina.

Bulan lalu Korut mengatakan setiap pengerahan pasukan ke Rusia akan menjadi tindakan yang sesuai dengan peraturan hukum internasional, kata mereka. Namun pihaknya tidak mengonfirmasi soal pengiriman tentara ke Rusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 23 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia