Relawan Dokter di Gaza Hadapi Kengerian Korban Konflik
WASHINGTON, investor.id – Dokter yang menangani gawat darurat di Gaza harus menghadapi kengerian korban konflik setiap saat. Salah satu dokter bernama Razan Al-Nahhas hingga kini masih menerima gelombang demi gelombang warga Palestina yang terluka.
"Tidak ada cara untuk benar-benar mengekspresikan emosi, trauma yang Anda rasakan saat itu, melihat anggota keluarga yang hancur, menangisi jenazah anak-anak mereka, keluarga mereka, kerabat mereka. Tidak mungkin mereka bisa mempersiapkan saya untuk itu, meskipun mereka sudah berusaha," kenang Al-Nahhas seperti dikutip Anadolu, Rabu (11/12/2024).
"Hanya perasaan nyaris putus asa ketika kalian di sana, karena melihat pasien-pasien ini, yang sangat ingin kalian rawat, dan kalian tahu kalian tidak bisa melakukannya," imbuhnya.
Dokter itu mengenang saat dirinya harus memilih mana pasien yang diselamatkan, di tengah banyaknya korban yang berdatangan ke Aqsa al-Shuhada di Deir al-Balah.
Ini terjadi di tengah pemboman Israel yang tiada henti dan pembatasan bantuan yang memaksa fasilitas medis untuk beroperasi secara tidak terkoordinasi.
"Sebagai penyedia layanan kesehatan, kami seharusnya merawat setiap pasien, tetapi dengan keterbatasan sumber daya dan jumlah korban yang sangat banyak, Anda ditempatkan dalam posisi tanpa pilihan, dan itu adalah perasaan yang belum pernah saya alami sebelumnya. Sekarang, sejauh menyangkut bantuan yang dikirimkan, tidak ada yang sampai. Maksud saya, Anda tahu, itu tergantung pada keberhasilan atau kegagalan. Beberapa minggu lebih baik daripada yang lain. Namun, bahkan ketika bantuan sampai, itu hanya jumlah minimum," tutur Al-Nahhas.
Mengenai surat penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas Netanyahu dan Gallant, Al-Nahhas mengatakan dirinya merasa berkewajiban secara pribadi untuk memberikan kesaksiannya kepada ICC. Menurutnya, hanya sejumlah kecil orang yang pergi ke Gaza dan menjadi saksi mata kengerian genosida.
"Mereka tidak mengizinkan pers asing. Mereka tidak mengizinkan penyidik. Mereka benar-benar tidak mengizinkan siapa pun masuk untuk menyaksikan ini, jadi bagi kami yang telah masuk, sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk memberikan kesaksian, dan saya benar-benar ingin melakukan itu," lanjut dia.
Mantan juru bicara Departemen Luar Negeri Hala Rharrit, yang berbicara dalam konferensi pers bersama Al-Nahhas, mengakui banyak politisi tak tergerak oleh semakin banyaknya bukti Israel melakukan genosida di Gaza. Ia mengaitkannya dengan meluasnya kelompok kepentingan khusus di Washington, Amerika Serikat (AS).
"Politisi kita tidak lagi memilih berdasarkan tuntutan konstituen mereka. Mereka tidak lagi memilih berdasarkan apa yang baik bagi Amerika," sebutnya.
"Keputusan-keputusan ini tidak dibuat berdasarkan apa yang membuat Amerika lebih aman, apa yang memajukan kepentingan AS. Keputusan-keputusan ini dibuat berdasarkan siapa yang akan membuat saya terpilih, siapa donor yang harus saya pertanggungjawabkan? Dan itulah yang mendorong pengambilan keputusan, dan itulah yang benar-benar berbahaya bagi rakyat Amerika," pungkas Al-Nahhas.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



