Terkuak Rencana Rahasia Rusia Mengevakuasi Pemimpin Suriah yang Terguling
MOSKOW, investor.id – Terkuak sudah rencana rahasia pemerintah Rusia untuk mengevakuasi pemimpin Suriah yang terguling, Bashar al-Assad. Kini ia ditampung di Rusia dan telah dipindahkan ke sana "dengan cara yang paling aman", kata wakil menteri luar negeri (wamenlu) Rusia Sergei Ryabkov dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Kamis (12/12/2024).
Runtuhnya rezim al-Assad berlangsung dengan cepat. Kremlin mengatakan pada Senin (9/12/2024), Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk memberikan suaka di Rusia kepada Assad.
Kejatuhan rezim ini menjadi pukulan besar bagi Iran dan Rusia, yang telah campur tangan dalam perang saudara Suriah selama 13 tahun untuk mencoba menopang kekuasaannya meskipun ada tuntutan Barat agar ia meninggalkan kekuasaan.
"Ia diamankan, dan itu menunjukkan Rusia bertindak sebagaimana mestinya dalam situasi yang luar biasa seperti itu," ucap Sergei Ryabkov kepada NBC News, Kamis. Ia menjadi pejabat Rusia pertama yang mengonfirmasi keberadaan Assad di negara itu.
"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya saat ini. Akan sangat salah jika saya menguraikan apa yang terjadi dan bagaimana hal itu diselesaikan," tambahnya.
Ketika ditanya apakah Rusia akan menyerahkan Assad untuk diadili, Ryabkov kembali berkomentar.
"Rusia bukan pihak dalam konvensi yang membentuk Mahkamah Pidana Internasional," kata dia. Ia juga menyarankan Israel agar mempertimbangkan secara serius apa yang sedang terjadi di Dataran Tinggi Golan dan tidak melanggar wilayah Suriah.
Rencana Rahasia
Menurut Bloomberg, pemerintah Rusia sudah tak lagi bisa mendukung rezim tersebut. Pihaknya meyakinkan Assad bahwa ia akan kalah dalam perang melawan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh bekas cabang al-Qaeda, HTS.
Pemerintah Rusia kemudian menawarkan jalan yang aman baginya dan keluarganya jika ia segera pergi. Agen intelijen Rusia mengatur pelarian tersebut, menerbangkan Assad melalui pangkalan udaranya di Suriah. Dalam beberapa jam setelah keberangkatannya, para militan menyerbu Damaskus tanpa perlawanan, mengakhiri dinasti keluarga Assad yang telah berlangsung lebih dari setengah abad.
Kepergian Assad menyingkirkan benteng yang selama ini menjadi tempat Iran dan Rusia memegang kekuasaan di Timur Tengah. Ayah Assad, Hafez al-Assad, berpihak pada Uni Soviet untuk mencoba mencapai kesetaraan dengan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS).
Kremlin mengatakan Suriah mengalami "ketidakstabilan ekstrem" dan masih terlalu dini untuk berbicara tentang masa depan pangkalan Rusia di negara itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





