Jumat, 15 Mei 2026

Data Terbaru Buktikan Ekonomi China Alami Perlambatan Tajam

Penulis : Grace El Dora
16 Des 2024 | 10:23 WIB
BAGIKAN
Pembeli melewati toko Huawei Technologies Co. di Nanjing East Road di Shanghai, China, pada Rabu (2/10/2024). Data terbaru tidak memenuhi perkiraan sebesar 4,6% dalam jajak pendapat Reuters, membuktikan ekonomi China mengalami perlambatan tajam. (Foto: Qilai Shen/ Bloomberg/ Getty Images)
Pembeli melewati toko Huawei Technologies Co. di Nanjing East Road di Shanghai, China, pada Rabu (2/10/2024). Data terbaru tidak memenuhi perkiraan sebesar 4,6% dalam jajak pendapat Reuters, membuktikan ekonomi China mengalami perlambatan tajam. (Foto: Qilai Shen/ Bloomberg/ Getty Images)

NEW YORK, investor.id – Penjualan ritel China naik sebesar 3% pada November 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Biro Statistik Nasional yang dirilis Senin (16/12/2024). Namun data terbaru ini tidak memenuhi perkiraan sebesar 4,6% dalam jajak pendapat Reuters, membuktikan ekonomi China mengalami perlambatan tajam.

Perlambatan tajam itu dibandingkan dengan pertumbuhan 4,8% pada bulan sebelumnya, mengutip laporan CNBC internasional, Senin.

Penjualan ritel China pada Oktober 2024 telah mencatat pertumbuhan tercepat sejak Februari tahun ini, dibantu oleh festival belanja Singles’ Day tahunan yang dimulai seminggu lebih awal dari acara tersebut pada 2023.

ADVERTISEMENT

Produksi industri pada November 2024 naik sebesar 5,4% dari tahun lalu, di atas ekspektasi pertumbuhan 5,3% di antara para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Angka ini juga dibandingkan dengan kenaikan sebesar 5,3% pada bulan sebelumnya.

Ekonomi terbesar kedua di dunia ini telah berjuang menghadapi tekanan dari berbagai sisi pada 2024. Kepercayaan konsumen dan bisnis telah terpukul oleh penurunan properti yang berkepanjangan, risiko utang pemerintah daerah, dan pengangguran yang tinggi.

Pemulihan Tersendat

Pkan lalu, pada pertemuan kebijakan ekonomi tingkat tinggi, para pemimpin China mengisyaratkan urgensi yang meningkat untuk menopang ekonomi yang sedang terpuruk. Pihaknya mengalihkan fokus kebijakan negara untuk meningkatkan konsumsi karena pemerintah China bersiap menghadapi potensi eskalasi ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Para pejabat tinggi berjanji untuk menerapkan alat fiskal proaktif dan kebijakan moneter yang cukup longgar tahun depan, katanya. Ini diharapkan untuk secara kuat meningkatkan konsumsi domestik dan merangsang permintaan di semua lini, seperti dikutip Kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah.

Itu menandai pertama kalinya pemerintah China mengakui kebijakan moneternya harus longgar sejak kedalaman krisis keuangan global pada 2008.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia