Jumat, 15 Mei 2026

Data Terbaru Buktikan Ekonomi China Alami Perlambatan Tajam

Penulis : Grace El Dora
16 Des 2024 | 10:23 WIB
BAGIKAN
Pembeli melewati toko Huawei Technologies Co. di Nanjing East Road di Shanghai, China, pada Rabu (2/10/2024). Data terbaru tidak memenuhi perkiraan sebesar 4,6% dalam jajak pendapat Reuters, membuktikan ekonomi China mengalami perlambatan tajam. (Foto: Qilai Shen/ Bloomberg/ Getty Images)
Pembeli melewati toko Huawei Technologies Co. di Nanjing East Road di Shanghai, China, pada Rabu (2/10/2024). Data terbaru tidak memenuhi perkiraan sebesar 4,6% dalam jajak pendapat Reuters, membuktikan ekonomi China mengalami perlambatan tajam. (Foto: Qilai Shen/ Bloomberg/ Getty Images)

Sejak akhir September 2024, otoritas China telah meningkatkan pengumuman stimulus dalam upaya untuk menopang ekonomi yang goyah, termasuk beberapa pemotongan suku bunga dan pelonggaran aturan pembelian properti.

Di bidang fiskal, Kementerian Keuangan meluncurkan program lima tahun senilai 10 triliun yuan (US$ 1,4 triliun) pada November 2024 untuk mengatasi masalah utang pemerintah daerah.

Namun, data ekonomi terbaru dari China telah menggarisbawahi tekanan deflasi yang terus berlanjut dalam ekonomi yang sedang lesu.

ADVERTISEMENT

Inflasi konsumen turun ke level terendah dalam lima bulan pada November 2024, dengan harga eceran naik 0,2% dari tahun lalu. Indeks harga produsen China melanjutkan tren penurunan, turun selama 26 bulan berturut-turut.

Impor negara itu turun 3,9% di tengah permintaan konsumen yang lesu, menandai penurunan paling tajam sejak September 2023, sementara ekspor naik lebih kecil dari yang diharapkan sebesar 6,7%.

Di luar program tukar tambah untuk memberi insentif penjualan mobil dan peralatan rumah tangga, langkah-langkah stimulus China yang telah diumumkan sejauh ini belum menargetkan konsumsi secara langsung.

Sementara pertemuan perencanaan ekonomi minggu lalu memberikan gambaran umum tentang fokus dan arah kebijakan untuk tahun depan, hal-hal yang lebih spesifik dan terperinci baru akan diungkapkan pada sesi legislatif tahunan pada Maret 2025.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia