Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Merespons Keputusan Suku Bunga China

Penulis : Grace El Dora
20 Des 2024 | 08:46 WIB
BAGIKAN
Bank sentral Republik Rakyat China (PBoC) bertanggung jawab untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan moneter, mencegah dan meredakan risiko keuangan, serta menjaga stabilitas keuangan. (Foto: Peng Song/ Moment/ Getty Images)
Bank sentral Republik Rakyat China (PBoC) bertanggung jawab untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan moneter, mencegah dan meredakan risiko keuangan, serta menjaga stabilitas keuangan. (Foto: Peng Song/ Moment/ Getty Images)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik merespons keputusan suku bunga dari Bank Rakyat China (PBoC) pada Jumat (20/12/2024). Di saat yang sama, investor mencerna data inflasi dari Jepang sehingga pembukaan pasar terlihat beragam.

PBoC memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan utamanya tidak berubah pada Jumat. Pasalnya, China tengah menghadapi tantangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sambil menahan pelemahan yuan.

Bank sentral negara tersebut mengatakan akan mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (LPR) tenor satu tahun pada level 3,1%, dengan LPR tenor lima tahun pada 3,6%. LPR satu tahun memengaruhi pinjaman korporasi dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China, sedangkan LPR lima tahun berfungsi sebagai acuan untuk suku bunga hipotek.

ADVERTISEMENT

Otoritas Jepang juga merilis angka inflasi November 2024, sehari setelah bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan suku bunga di 0,25%.

Tingkat inflasi inti di negara tersebut, yang tidak termasuk harga makanan segar, mencapai 2,7%. Angka ini sedikit lebih tinggi dari 2,6% yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Inflasi utama mencapai 2,9%, lebih tinggi dari 2,3% yang terlihat pada Oktober 2024.

Nikkei 225 Jepang naik 0,11% pada pembukaannya setelah pembacaan inflasi, sementara Topix berbasis luas naik 0,32%.

Kospi Korea Selatan turun 0,95%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,63%.

S&P/ ASX 200 Australia memulai hari dengan penurunan 0,98%, mencapai level terendah sejak 1 November 2024.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada pada 19.730, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI sebesar 19.752,51.

Semalam di Amerika Serikat (AS), Dow Jones Industrial Average nyaris mengakhiri penurunan terpanjangnya sejak 1974 pada Kamis.

Dow yang terdiri dari 30 saham naik 0,04%, tetapi indeks utama AS lainnya turun, dengan S&P 500 turun 0,09% dan Nasdaq Composite turun 0,10%.

Imbal hasil (yield) Treasury tenor 10 tahun juga naik untuk hari kedua, melampaui 4,5% dan menekan saham. Imbal hasil acuan melonjak lebih dari 13 poin pada sesi sebelumnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia