China Pertahankan Suku Bunga Demi Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Bank-bank investasi besar dan perusahaan riset memperkirakan yuan China akan melemah lebih lanjut tahun depan, untuk mengantisipasi kemungkinan presiden terpilih Donald Trump menindaklanjuti ancaman tarif impor ke AS.
Meskipun ada serangkaian langkah stimulus sejak akhir September 2024, data ekonomi terbaru dari China menunjukkan negara itu masih berjuang melawan deflasi yang mengakar, di tengah permintaan konsumen yang suam-suam kuku dan kemerosotan pasar properti yang berkepanjangan.
Siklus pelonggaran The Fed ke depannya akan menciptakan "ruang bagi PBoC untuk menindaklanjutinya", kata kepala strategi pasar berkembang dan China di Alpine Macro Yan Wang. Ia juga menekankan pelonggaran fiskal akan memainkan peran yang lebih penting dalam mendorong ekonomi China tahun depan.
Wang yakin PBoC harus terus memangkas suku bunga untuk meredakan tekanan deflasi yuan terhadap mata uang lainnya.
"Sementara itu, pemerintah China memiliki fleksibilitas fiskal yang lebih besar dan kemungkinan akan lebih mengandalkan langkah-langkah fiskal untuk merangsang pertumbuhan," pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






