Israel Dituntut Bebaskan Direktur RS Gaza
HAMILTON, investor.id – Pihak Israel dituntut untuk membebaskan direktur Rumah Sakit (RS) Gaza. Demonstrasi pendukung Palestina digelar di Toronto, Kanada ikut menuntut pembebasan Dr Hussam Abu Safiya selaku Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza yang ditahan pasukan Israel bulan lalu.
Aksi yang berlangsung di Queen's Park di luar Gedung Legislatif Ontario pada Minggu (5/1/2025) tersebut juga memprotes agresi Israel di wilayah kantong Palestina itu.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan “Kesehatan bagi Gaza, hentikan genosida” dan “Perawatan kesehatan bukanlah kejahatan”. Mereka juga menyerukan embargo senjata dan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel.
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Palestina Francesca Albanese turut hadir dalam aksi itu lewat panggilan video. Menurut dia, penolakan Abu Safiya untuk mengosongkan RS Kamal Adwan telah menjadikannya simbol perlawanan terhadap Israel.
“Kita tidak tahu persis di mana dia berada, bagaimana kondisinya, atau seperti apa kesehatannya," kata Albanese seperti dikutip Anadolu, Senin (6/1/2024).
"Namun, kita punya alasan kuat untuk percaya bahwa, seperti para dokter dan warga Palestina lain yang telah diculik dan ditahan oleh Israel di Gaza, kemungkinan dia mengalami perlakuan buruk, karena inilah yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina,” lanjutnya.
Albanese juga meminta para tenaga kesehatan di dunia untuk bertindak menentang kekerasan dan perlakuan buruk yang dialami warga Palestina di Gaza.
Abu Safiya bersama sejumlah orang lainnya ditahan pasukan Israel dalam penggerebekan di RS itu pada 27 Desember 2024. Pada akhir Desember 2024, Amnesti Internasional mendesak otoritas Israel untuk membebaskannya, seraya menyatakan keprihatinan yang “sangat besar” terhadap kondisinya.
Meski Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera, Israel terus melancarkan perang genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 45.800 orang, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
Agresi militer Israel itu terjadi sejak kelompok perlawanan Palestina Hamas melakukan serangan lintas batas pada 7 Oktober 2023.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Pihak Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas serangan brutal yang dilakukannya di wilayah Palestina itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






