Jumat, 15 Mei 2026

Swedia Hentikan Pendekatan Digital untuk Sistem Pendidikan, Ada Alasannya

Penulis : Grace El Dora
17 Jan 2025 | 18:29 WIB
BAGIKAN
Pada 2009 Swedia memilih untuk mengganti buku dengan komputer. Namun 15 tahun kemudian, negara itu mengalokasikan 104 juta euro untuk membalikkan arah. (Foto: Indian Defence Review)
Pada 2009 Swedia memilih untuk mengganti buku dengan komputer. Namun 15 tahun kemudian, negara itu mengalokasikan 104 juta euro untuk membalikkan arah. (Foto: Indian Defence Review)

Obsesi layar ini juga menimbulkan tanda bahaya tentang keterampilan sosial dan rentang perhatian di lingkungan sekolah. Orang tua dan guru cukup vokal tentang masalah ini. Mereka mengatakan, banyak orang tua khawatir tentang anak-anak mereka yang menggunakan komputer untuk hal-hal selain belajar.

Berinvestasi dalam Metode Lama

Demi mengatasi masalah ini, pemerintah Swedia menggelontorkan 104 juta euro atau lebih dari Rp 17,7 triliun untuk mengembalikan buku ke ruang kelas mulai 2022 hingga 2025.

Itu adalah sejumlah besar uang yang ditujukan untuk memastikan setiap siswa akhirnya mendapatkan buku teks kertas untuk setiap mata pelajaran. Uang tersebut juga akan digunakan untuk kampanye yang membantu sekolah beralih kembali ke cara belajar tradisional.

ADVERTISEMENT

Ini bukan tentang membuang perangkat digital sama sekali, tetapi lebih kepada menemukan titik yang tepat di mana teknologi mendukung teknik belajar dasar, bukan mengambil alih sepenuhnya.

Mengambil Pelajaran

Pejabat Swedia telah memperhatikan penurunan keterampilan utama seperti membaca dan menulis di kalangan siswa, terutama karena mereka telah terpaku pada layar sejak mereka masih kecil. Pemerintah sekarang melihat ini sebagai langkah yang salah, karena menyingkirkan metode tradisional terlalu cepat tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang.

Mengembalikan buku tidak berarti mereka membuang teknologi ke luar jendela. Itu hanya berarti mereka akan menggunakan perangkat digital dengan lebih bijak mulai sekarang. Mereka masih bagus untuk memadukan gaya mengajar atau mendapatkan sumber daya daring, tetapi akan jarang digunakan untuk ke depannya.

Pilihan Swedia menyoroti betapa pentingnya menemukan keseimbangan dalam pendidikan, menjadi suatu hal yang relevan di seluruh dunia karena sekolah di mana pun mencoba memadukan teknologi dengan fondasi pendidikan yang kokoh.

Setelah negara Nordik ini kembali ke metode tradisional, hal ini merupakan tanda peringatan sekaligus contoh bagi negara lain yang mencari keselarasan antara inovasi dan tradisi dalam sistem pendidikan di seluruh dunia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia