Inflasi AS yang Jadi Fokus The Fed Naik 2,8%, Sesuai Ekspektasi
WASHINGTON, investor.id – Inflasi Amerika Serikat (AS) ditutup pada 2024 dengan catatan yang kuat. Pengukur harga yang menjadi fokus The Federal Reserve (The Fed) naik 2,8% terlihat sesuai ekspektasi bahkan berada jauh di atas target bank sentral AS tersebut, lapor Departemen Perdagangan AS pada Jumat (31/1/2025).
Indeks harga pengeluaran konsumsi (PCE) pribadi meningkat 2,6% secara tahunan (YoY) pada Desember 2024, atau 0,2 poin persentase lebih tinggi dari pembacaan November 2024 dan sesuai dengan estimasi Dow Jones.
Sebagai indeks yang tidak mengukur makanan dan energi, PCE inti mencatat pembacaan 2,8%, juga memenuhi ekspektasi dan sama dengan bulan sebelumnya. Meskipun The Fed mempertimbangkan kedua pembacaan tersebut, secara historis para pejabat telah melihat inti sebagai pengukur inflasi jangka panjang yang lebih baik.
Secara bulanan, PCE utama naik 0,3% sementara inti meningkat 0,2%, keduanya sesuai dengan perkiraan juga.
The Fed menargetkan inflasi tahunan sebesar 2%, level yang belum pernah terlihat oleh pengukur harga tersebut sejak Februari 2021.
Harga pangan hanya naik 0,2% pada bulan tersebut, tetapi energi melonjak 2,7%. Harga barang tahan lama, yang mencakup barang-barang seperti pesawat terbang, peralatan, dan elektronik, menunjukkan deflasi, turun 0,4%. Barang-barang yang tidak tahan lama mengalami peningkatan 0,5%.
Laporan tersebut muncul dua hari setelah bank sentral memberikan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga utamanya dalam kisaran antara 4,25%-4,5%, mengambil jeda setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dengan total satu poin persentase penuh.
Baca Juga:
The Fed Mundur Dari Koalisi Iklim Global“Inflasi masih jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%. Meskipun angka PCE hari Jumat sesuai dengan ekspektasi, data menunjukkan bahwa inflasi tetap tinggi pada bulan Desember hingga akhir tahun 2024, sehingga agak ironis bahwa Federal Reserve memangkas suku bunga selama bulan yang sama,” tulis kepala investasi di Bellwether Wealth Clark Bellin seperti dikutip CNBC internasional, Jumat.
Dalam sambutan yang disampaikan pada Jumat pagi waktu setempat, Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan dirinya memperkirakan inflasi AS akan melambat hingga 2025. Tetapi ia juga berpendapat bank sentral harus tetap menahannya hingga ada tanda-tanda yang jelas hal itu akan terjadi.
“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membawa inflasi mendekati target 2% kami. Saya ingin melihat kemajuan dalam menurunkan inflasi berlanjut sebelum kami membuat penyesuaian lebih lanjut pada kisaran target. Saya berharap inflasi akan mulai menurun lagi dan pada akhir tahun akan lebih rendah dari yang terjadi sekarang,” ujar Bowman dalam sambutannya di hadapan para pemimpin bisnis di Portsmouth, New Hampshire.
Laporan hari ini juga menunjukkan pendapatan pribadi meningkat 0,4% pada Desember 2024 sesuai perkiraan, sementara pengeluaran naik 0,7%, atau sepersepuluh poin persentase lebih cepat dari perkiraan.
Dalam berita terkait, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan indeks biaya ketenagakerjaan naik pada 0,9% yang disesuaikan secara musiman pada kuartal IV-2024 sesuai dengan harapan meskipun sedikit lebih cepat dari pembacaan kuartal ketiga. Secara tahunan, ECI meningkat 3,8%, sepersepuluh poin di bawah pembacaan kuartal III-2024.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






