Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi AS yang Jadi Fokus The Fed Naik 2,8%, Sesuai Ekspektasi

Penulis : Grace El Dora
31 Jan 2025 | 23:35 WIB
BAGIKAN
Pelanggan berbelanja di toko kelontong pada 13 Februari 2024 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (Foto:Scott Olson/Getty Images)
Pelanggan berbelanja di toko kelontong pada 13 Februari 2024 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (Foto:Scott Olson/Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – Inflasi Amerika Serikat (AS) ditutup pada 2024 dengan catatan yang kuat. Pengukur harga yang menjadi fokus The Federal Reserve (The Fed) naik 2,8% terlihat sesuai ekspektasi bahkan berada jauh di atas target bank sentral AS tersebut, lapor Departemen Perdagangan AS pada Jumat (31/1/2025).

Indeks harga pengeluaran konsumsi (PCE) pribadi meningkat 2,6% secara tahunan (YoY) pada Desember 2024, atau 0,2 poin persentase lebih tinggi dari pembacaan November 2024 dan sesuai dengan estimasi Dow Jones.

Sebagai indeks yang tidak mengukur makanan dan energi, PCE inti mencatat pembacaan 2,8%, juga memenuhi ekspektasi dan sama dengan bulan sebelumnya. Meskipun The Fed mempertimbangkan kedua pembacaan tersebut, secara historis para pejabat telah melihat inti sebagai pengukur inflasi jangka panjang yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

Secara bulanan, PCE utama naik 0,3% sementara inti meningkat 0,2%, keduanya sesuai dengan perkiraan juga.

The Fed menargetkan inflasi tahunan sebesar 2%, level yang belum pernah terlihat oleh pengukur harga tersebut sejak Februari 2021.

Harga pangan hanya naik 0,2% pada bulan tersebut, tetapi energi melonjak 2,7%. Harga barang tahan lama, yang mencakup barang-barang seperti pesawat terbang, peralatan, dan elektronik, menunjukkan deflasi, turun 0,4%. Barang-barang yang tidak tahan lama mengalami peningkatan 0,5%.

Laporan tersebut muncul dua hari setelah bank sentral memberikan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga utamanya dalam kisaran antara 4,25%-4,5%, mengambil jeda setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dengan total satu poin persentase penuh.

“Inflasi masih jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%. Meskipun angka PCE hari Jumat sesuai dengan ekspektasi, data menunjukkan bahwa inflasi tetap tinggi pada bulan Desember hingga akhir tahun 2024, sehingga agak ironis bahwa Federal Reserve memangkas suku bunga selama bulan yang sama,” tulis kepala investasi di Bellwether Wealth Clark Bellin seperti dikutip CNBC internasional, Jumat.

Dalam sambutan yang disampaikan pada Jumat pagi waktu setempat, Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan dirinya memperkirakan inflasi AS akan melambat hingga 2025. Tetapi ia juga berpendapat bank sentral harus tetap menahannya hingga ada tanda-tanda yang jelas hal itu akan terjadi.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membawa inflasi mendekati target 2% kami. Saya ingin melihat kemajuan dalam menurunkan inflasi berlanjut sebelum kami membuat penyesuaian lebih lanjut pada kisaran target. Saya berharap inflasi akan mulai menurun lagi dan pada akhir tahun akan lebih rendah dari yang terjadi sekarang,” ujar Bowman dalam sambutannya di hadapan para pemimpin bisnis di Portsmouth, New Hampshire.

Laporan hari ini juga menunjukkan pendapatan pribadi meningkat 0,4% pada Desember 2024 sesuai perkiraan, sementara pengeluaran naik 0,7%, atau sepersepuluh poin persentase lebih cepat dari perkiraan.

Dalam berita terkait, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan indeks biaya ketenagakerjaan naik pada 0,9% yang disesuaikan secara musiman pada kuartal IV-2024 sesuai dengan harapan meskipun sedikit lebih cepat dari pembacaan kuartal ketiga. Secara tahunan, ECI meningkat 3,8%, sepersepuluh poin di bawah pembacaan kuartal III-2024.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia