Perang Dagang II Meletus?
Kebijakan Donald Trump terkait tarif bea masuk (BM) impor ini bisa menyulut perang dagang II. Perang dagang bahkan bisa meluas, jika Trump menaikkan tarif BM impor dari negara-negara Uni Eropa.
Ketika itu terjadi, dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun bakal menguat. Dana-dana panas di pasar negara berkembang bakal kembali ke AS, yang dapat mengakibatkan pasar saham, obligasi, hingga mata uang negara yang terkait menjadi terpuruk.
Tingginya ketidakpastian global tersebut membuat rupiah sulit menguat. Pun, dengan pasar saham yang diprediksi masih berfluktuasi kencang selama semester I tahun ini. Para investor besar cenderung berhati-hati.
Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan, AS akan berusaha mengejar kepentingan dengan berbagai cara yang perlu dilakukan, seperti menaikkan tarif BM impor atau melakukan sanksi ekonomi serta berbagai kebijakan ekonomi.
“Kita akan melihat bahwa kebijakan ekonomi sebagai senjata atau weaponisasi. Posisi geopolitik AS akan menjadi lebih penting lagi,” kata dia kepada Investor Daily.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa kebijakan proteksionis Trump dapat memicu perang dagang II. Hal itu berpotensi memperburuk fragmentasi perdagangan global.
IMF dan Bank Dunia, kata dia, memprediksi pertumbuhan ekonomi global jatuh hingga di bawah rata-rata, yaitu berkisar 2,7-3,1% selama 2025-2026. Selain itu, dinamika geopolitik dan tantangan perubahan iklim juga menjadi perhatian.
Eskalasi ketegangan geopolitik serta tekanan inflasi yang terus meningkat, menurut Nafan, dapat memicu stagnasi ekonomi, bahkan resesi jika tidak diatasi dengan kebijakan yang tepat. Dalam hal ini, solusi melalui forum multilateral untuk meredakan ketegangan perdagangan dan geopolitik menjadi sangat penting.
Meskipun dampak kebijakan Trump cenderung negatif di tingkat global, dia menilai bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjaga stabilitas atau bahkan memanfaatkan situasi tersebut.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






