Jumat, 15 Mei 2026

China Serang Balik AS Pakai Tarif Lebih Tinggi

Penulis : Grace El Dora
4 Feb 2025 | 17:07 WIB
BAGIKAN
Boneka kayu tradisional Rusia yang disebut Matryoshka yang menggambarkan Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump dijual di sebuah toko suvenir di St. Petersburg, Rusia pada 21 November 2024. (Foto: AP/Dmitri Lovetsky)
Boneka kayu tradisional Rusia yang disebut Matryoshka yang menggambarkan Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump dijual di sebuah toko suvenir di St. Petersburg, Rusia pada 21 November 2024. (Foto: AP/Dmitri Lovetsky)

BEIJING, investor.id – Pemerintah China meluncurkan serangkaian serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) pada Selasa (4/2/2025), hanya beberapa jam setelah tarif tambahan AS pada impor barang-barang China mulai berlaku. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang jilid II yang meluas antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Kementerian Keuangan China mengatakan pihaknya akan mengenakan tarif tambahan sebesar 15% pada impor batu bara dan gas alam cair dari AS dan bea masuk 10% lebih tinggi pada minyak mentah Amerika, mesin pertanian, dan mobil tertentu. Pukulan baru ini akan dimulai 10 Februari 2025.

Pemerintah China menegaskan kembali pengenaan pungutan tambahan sebesar 10% oleh AS. "Sangat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ... merusak kegiatan ekonomi dan perdagangan bilateral yang normal," demikian bunyi terjemahan pernyataan CNBC internasional dari bahasa Mandarin, Selasa.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan terpisah, kementerian perdagangan dan pejabat bea cukai Negara Tirai Bambu itu mengumumkan rencana memberlakukan kontrol ekspor pada sejumlah barang dan teknologi yang terkait dengan mineral penting tertentu. Ini termasuk tungsten, telurium, rutenium, molibdenum, dan rutenium.

Pengumuman tarif China lebih merupakan "langkah simbolis untuk saat ini" kata Louise Loo, ekonom utama Tiongkok di Oxford Economics. Ia memperkirakan bea tambahan tersebut dapat menaikkan tarif efektif pada impor AS ke China hingga hampir dua poin persentase.

Tahap Awal

Namun, Loo memperingatkan perang dagang AS-China jilid kedua jelas masih dalam tahap awal. Ia melihat kemungkinan yang tinggi untuk putaran tarif lebih lanjut dari kedua negara.

Yuan lepas pantai China sedikit berubah terhadap dolar AS, menyusul pengumuman tersebut. Pasar di daratan, yang tetap tutup karena libur Tahun Baru Imlek selama seminggu, akan melanjutkan perdagangan pada Rabu (5/2/2025).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia