Hamas Tunda Pembebasan Sandera, Gencatan Senjata Gaza Terancam Batal
RIYADH, investor.id – Hamas akan menunda pembebasan sandera berikutnya, membuat gencatan senjata di Jalur Gaza terancam batal dan kini menghadapi krisis paling serius sejak dimulai tiga minggu lalu. Sebelumnya, kelompok perlawanan ini menuduh Israel melanggar gencatan senjata yang rapuh.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan berat untuk mengamankan pembebasan sandera yang tersisa setelah tiga warga Israel yang dibebaskan pada Sabtu (8/2/2025) pulang dalam keadaan kurus setelah 16 bulan ditawan.
Namun sebagai tanda gentingnya gencatan senjata, militer Israel mengatakan pada Senin (10/2/2025) malam, pihaknya telah membatalkan cuti bagi tentara yang ditugaskan di Gaza, lapor Associated Press, Selasa (11/2/2025).
Hamas mengatakan rencananya untuk menunda pembebasan sandera berikutnya "sampai pemberitahuan lebih lanjut" bergantung pada apakah Israel "mematuhi kewajibannya". Pengumuman itu muncul saat warga Palestina dan masyarakat internasional marah atas komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini. Trump mengatakan warga Palestina dari Gaza tidak akan memiliki hak untuk kembali berdasarkan usulannya agar AS mengambil alih wilayah yang dilanda perang tersebut.
Dalam upaya memperbaiki hubungan dengan pemerintahan Trump, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengakhiri sistem kontroversial yang memberikan tunjangan kepada keluarga tahanan Palestina, termasuk mereka yang dihukum karena serangan mematikan di Israel. Pemerintah AS dan Israel mengatakan apa yang disebut "dana martir" itu diberikan sebagai imbalan atas kekerasan terhadap Israel.
Israel dan Hamas tengah menjalani gencatan senjata selama enam minggu, di mana Hamas berkomitmen untuk membebaskan 33 sandera yang ditangkap dalam serangannya pada 7 Oktober 2023, dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina.
Kedua belah pihak telah melakukan lima pertukaran sejak fase pertama gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari 2025, membebaskan 21 sandera dan lebih dari 730 tahanan Palestina. Pertukaran berikutnya, yang dijadwalkan pada Sabtu (15/2/2025) menyerukan pembebasan tiga sandera Israel lagi dengan imbalan ratusan tahanan Palestina.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






